Adakah Manfaat Jam Kerja Fleksibel Untuk Bisnis?

Bagi karyawan bekerja secara fleksibel jelas mendukung work-life balance mereka dengan baik. Namun bagaimana efeknya terhadap bisnis?

Sebuah publikasi dari WERS (Workplace Employment Relations Study) baru-baru ini menganalisa efek flexible working dari sudut pandang pekerja dan perusahaan.

Informasi dari WERS tersebut diambil dari hubungan manajemen dan performance kerja di hampir 3000 bisnis di Inggris. Data tersebut dikumpulkan dari senior manajer yang bertanggung jawab untuk bagian Sumber Daya Manusia (SDM).

Bagaimana pendapat para manajer tersebut?

Setidaknya 4 dari 5 senior manajer melaporkan bahwa mereka memberlakukan beberapa versi kerja fleksibel atau alternatif kerja yang mirip dengan itu, termasuk bekerja part time. Flexible working lebih sering terjadi pada sektor publik dan organisasi yang besar.

Walaupun secara luas flexible-time dibolehkan, namun 76% manager tetap memberikan kepercayaan kepada karyawannya untuk menyeimbangkan waktu kerja dan kehidupan keluarga mereka sendiri. Dan kepercayaan itu meningkat sejak 2004 sebesar 65%.

Dampak yang terlihat akibat kebijakan ini yaitu ada ketidaksesuaian antara flexible time yang diinginkan perusahaan dengan kerja fleksibel yang diinginkan oleh pekerja. Biasanya pengaturan flexible-time yang sering ditawarkan perusahaan adalah bekerja paruh waktu, yaitu lebih dari setengah perusahaan yang disurvei menawarkan hal itu.

Padahal sebaliknya work-life balance yang diinginkan karyawan adalah bekerja dari rumah. Tetapi ini hanya ditawarkan 34% dan 30% oleh tempat kerja mereka masing-masing.

Jadi Bagaimana Pengaruhnya terhadap Bisnis?

Informasi dari WERS juga memungkinkan kita untuk melihat hubungan antara ketersediaan kerja fleksibel dengan performa finansial perusahaan. Ternyata ditemukan bahwa ketersediaan waktu bekerja yang fleksibel tidak secara signifikan mempengaruhi performa keuangan perusahaan.

Apa Manfaat Flexible-time?

Terlepas dari faktor finansial tadi, manfaat yang didapat dari flexible-time terhadap perusahaan adalah meningkatnya hubungan antara manajer dan karyawan di perusahaan tersebut. Dengan memberikan kebijakan waktu tadi, karyawan merasa dihargai dan diperlakukan dengan baik.

Keuntungan lainnya adalah pekerja yang diberikan waktu fleksibel biasanya akan memberikan waktu kerja yang lebih banyak untuk perusahaannya. Survei keseimbangan kerja menunjukkan bahwa mereka yang rutin bekerja di rumah lebih mungkin untuk bekerja berjam-jam. Karyawan yang bekerja secara fleksibel lebih mempunyai inisiatif kerja dan tidak bergantung dengan perintah perusahaan.

Penelitian lain menyampaikan bahwa flexi-time juga berpengaruh terhadap kualitas kerja pekerja. Karyawan yang dibolehkan bekerja secara fleksibel biasanya lebih puas dengan pekerjaan mereka dan jarang mengeluh atau meratapi ‘kesengsaraan’ pekerjaan mereka. Hal itu juga dikarenakan dukungan dari manajer lini terhadap mereka.

Permasalahannya Adalah?

Masih setengah dari manajer di perusahaan yang memberikan jam fleksibel merasa tidak cocok dengan jam kerja operasional perusahaan, sementara hampir sepertiga dari mereka menganggap bahwa itu akan menambah tekanan kerja mereka. Namun anehnya, lebih dari seperempat manajer yang merasa tidak ada kendala dalam flexible working namun tidak menawarkan hal itu kepada karyawan.

Dan hasil yang nyata terhadap bisnis memang belum sepenuhnya dibuktikan oleh flexibel working. Sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana menerapkan aturan waktu kerja yang fleksibel. Mungkin hal ini tidak cukup dengan hanya membuat pengaturan tanpa mempertimbangkan bagaimana cara kerja antara karyawan, tim, maupun organisasi secara keseluruhan. Yang lebih penting lagi bagaimana membuat perubahan gaya kerja manajemen yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Tags: ,