3 Elemen Transformasi Telkomsel

Herdy Harman

Maraknya aplikasi interaktif di internet, praktis menurunkan pamor komunikasi via fixed line. Kini masyarakat cenderung menggunakan Blackberry Messenger, Whatsapp atau Skype dibandingkan telepon atau sms. Perubahan gaya komunikasi ini diakui oleh Herdy Harman, HC Director PT Telkomsel kepada PortalHR beberapa waktu yang lalu.

“Kini kita sedang melakukan transformasi, kita sadar bahwa kalau kita do nothing maka akan tergerus. Itu sebuah keniscayaan. Untuk itu kita bergerak untuk memperdalam bisnis digital, industri kreatif,” ujar Herdy.

Sebagai salah satu operator terbesar di Indonesia, Telkomsel bergerak aktif meningkatkan kualitas karyawannya untuk mencapai misinya sebagai market leader di dunia telekomunikasi. “Big trend kita adalah digital lifestyle berbasis mobile, untuk mencapai impian kita di 2015, kita sadar bahwa human capital adalah elemen yang penting untuk itu,” lanjut Herdy.

Menurut Herdy ada 3 subyek yang bertansformasi:

1. People

Tagline ‘building people’ di Telkomsel tidak hanya basa-basi. Menurut Herdy, Telkomsel selalu berupaya untuk membangun orang-orang dari karakternya. “Yang nomor 1 di kita adalah kompetensi, jadi membangun karakter itu dari awal. It’s not just a matter of values, but to be behaviour, membangun karakter,” ujar Herdy.

Telkomsel juga menyadari bahwa komunikasi antara praktisi HR dengan karyawan itu penting. Perusahaan sepatutnya mendengarkan apa minat dan potensi karyawan untuk meningkatkan motivasi dalam bekerja. “Kita dengarkan mereka maunya di mana, jika kita dengarkan mereka akan bertanggung jawab terhadap pilihan mereka,” terang Herdy.

Yang pasti tugas HR yang terpenting adalah monitoring, baik posisi yang struktural maupun fungsional. Namun mengenai pergantian posisi semua diatur berdasarkan performance individu.

Selain itu, karyawan juga dituntut untuk mengetahui bisnis perusahaannya, sehingga mereka bisa menjadi perpanjangan alat komunikasi untuk masyarakat.

2. Culture

Salah satu transformasi yang dijalankan Telkomsel adalah budaya. Penerapan values ini menurut Herdy bukan hanya wacana di mulut saja, namun semua values akan disistemkan. “Values bukan hanya sekadar tagline, tetapi masuk sistem kami, hal itu untuk memastikan menjadi culture,” terang Herdy.

Untuk mendukung hal itu, organisasi membuat komite khusus guna meningkatkan kinerja organisasi. Menurut Herdy setiap minggu tim komite melakukan pertemuan dalam rangka mengevaluasi kinerja masing-masing unit kerja. Selain itu, di dalam forum tersebut setiap karyawan bisa mengeluarkan idenya untuk meningkatkan prestasi organisasi. “Setiap minggu kita ngobrol, apakah ada yang bisa diperbaiki untuk ke depannya, hal-hal sederhana saja sebenarnya tetapi semuanya kita catat. Jika memang idenya memadai akan masuk ke sistem inkubasi dan bisa berguna untuk improvement organisasi,” terang Herdy.

Dengan mengatur semuanya by system, maka tidak ada karyawan yang merasa menjadi korban like dislike, karena menurut Herdy semua dilihat berdasarkan performance.

3. Organization

Herdy menyampaikan bahwa Telkomsel kini telah menjadi operator no 6 di dunia. Pencapaian tersebut pastinya membutuhkan konsistensi dan komitmen yang kuat. Lalu hal apa yang kini tengah ditargetkan oleh Telkomsel?

“Kita melihat Google yang mengusung tempat bekerja yang nyaman akan membuat produktivitas meningkat, untuk itu kini menjadi salah satu fokus kita adalah gedung yang sedang dibangun untuk Telkomsel,” ujar Herdy. Menurutnya Telkomsel akan mempertahankan kepuasaan pelanggan dengan layanan sekelas dunia dan menuju organisasi yang sarat dengan teknologi canggih dan berbasis mobile. (*/@nurulmelisa)

Tags: ,