Mengelola Staff yang Perfeksionis

Dalam skala yang berbeda-beda, setiap dari kita pasti memiliki sifat perfeksionis. Namun ada orang-orang yang dengan mudahnya dapat kita sebut “perfeksionis.” Sebagai manager, Anda perlu mengenali sifat ini pada team Anda. Biasanya sifat perfeksionis tidak sulit ditemukan. Misalnya, mereka selalu cerewet tentang hal mendetil, bersikukuh dalam hal font atau margin, mereka kadang melewatkan batas waktu pekerjaan karena terus-menerus kurang puas dan memoles hasil final.

Menurut Robert Moskovits dari Management-issues.com, memang menyenangkan bekerja dengan seorang yang begitu serius memperhatikan hasil kerja mereka, yang merasa masih kurang baik. Standar mereka yang tinggi dan perhatiannya pada detil akan meningkatkan standar kepada setiap orang, membuat yang santai-santai mulai lebih peduli pada kecerobohan dan kekeliruan mereka.

Tetapi bekerja dengan seorang perfeksionis juga ada sisi negatifnya. Terlalu berlebihan pada hal mendetil bisa berarti tenggat waktu terlewatkan karena hal kecil. Dan ironisnya, bagi si perfeksionis tidak ada yang cukup bagus, baik pekerjaan mereka sendiri maupun pekerjaan orang lain.

Sayangnya, sifat perfeksionis seperti ini sulit diubah, kecuali mereka benar-benar ingin mengubah diri mereka sendiri. Tetapi berdasarkan pengalaman, staf yang perfeksionis tidak dapat diminta berubah, mereka harus dikelola. Berikut ini tipsnya.

Pertama, pikirkan dengan hati-hati siapa yang Anda pilih untuk berpartner dengan mereka dalam sebuah proyek. Seorang perfeksionis akan merasa sulit bekerja sama dengan anggota team yang tidak sebaik mereka. Jangan berharap mereka akan memberikan pelatihan kepada rekan sekerja mereka yang baru atau membantu pekerjaan seorang rekan kerja yang lamban.

Karena itu juga, bukan ide yang baik untuk menjadikan mereka Project Manager. Hal tersulit bagi seorang perfeksionis adalah mengelola orang lain.

Memang mengesalkan ketika kita memberi pekerjaan kepada seorang perfeksionis dan kemudian pekerjaan tidak selesai-selesai. Tetapi jangan pernah meminta mereka menyerahkan pekerjaan mereka yang belum selesai. Tidak ada yang lebih menurunkan moral mereka daripada itu dan hal itu akan mengurangi rasa hormat mereka kepada Anda. Apabila sebuah project memiliki tenggat yang ketat dan tidak ada waktu untuk sebuah kesempurnaan, delegasikan pekerjaan itu kepada team yang lain atau alih-dayakan pekerjaan itu sepenuhnya.

Bila Anda menemukan seorang perfeksionis dalam team Anda, jangan menyerah tetapi atasilah tantangan tersebut. Bila Anda pintar mengelola mereka, hasilnya akan memunculkan yang terbaik dari seorang yang selalu mencari kesempurnaan.

 

 

 

Tags: