Membuka Jejaring Sosial Saat Bekerja Bukanlah Dosa

Para pekerja di Singapura rata-rata menghabiskan 9.3% waktu saat bekerja untuk membuka jejaring sosial, berselancar pada toko online dan melihat penawaran liburan. Padahal satu dari tiga perusahaan yang menjadi partisipan dalam survey yang dilakukan oleh Robert Half belum lama ini, menutup akses pada situs yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

Jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya seperti Hong Kong dan Jepang, Singapura sebenarnya termasuk ke dalam kategori yang paling rendah. Survey tersebut dilakukan terhadap 225 Chief Technology Officers (CTOs) dan Chief Information Officers (CIOs).

Menurut Stella Tang, selaku Managing Director Robert Half Singapura, sebenarnya bukanlah hal yang masalah jika para pekerja membuka situs lain selain urusan pekerjaan. “Jika seorang pekerja memiliki performa kerja di atas rata-rata, perusahaan akan khawatir jika performanya akan menurun karena sibuk mencari penawaran liburan terbaik ataupun mencari hadiah bagi keluarganya,” ungkap Tang.

Baca juga: Survei: 4 Alasan membolehkan social network di tempat kerja

Hasil survey ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara besarnya perusahaan dan waktu yang dihabiskan para pekerja untuk mendatangi situs yang tidak memiliki kaitan dengan pekerjaan mereka. Pekerja pada perusahaan yang besar, dengan karyawan lebih dari 1000 orang, setidaknya menghabiskan waktu 6.2% setiap harinya untuk browsing hal lain. Sedangkan pekerja di perusahaan menengah, dengan jumlah karyawan antara 500-900 orang, menghabiskan waktu sekitar 12% setiap harinya dan pekerja di perusahaan kecil, dengan karyawan kurang dari 500 orang, rata-rata menghabiskan waktu 9.2% untuk browsing hal di luar pekerjaan.

“Perusahaan yang besar memiliki kontrol yang cukup baik dalam memonitor apa saja yang dilakukan pekerja saat di kantor selain bekerja. Sedangkan perusahaan yang menengah, cenderung lebih memperbolehkan pekerjanya membuka jejaring sosial asalkan performa kerja mereka tetap baik,” ungkap Tang.

Divisi teknologi informasi (IT) di perusahaan besar biasanya akan lebih mengatur akses internet pekerjanya. Biasanya mereka akan melakukan blocking pada situs-situs yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan, termasuk di dalamnya situs belanja online.

Perusahaan pasti memiliki maksud baik mengapa situs-situs yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan di-block. Salah satu maksudnya adalah agar para pekerja tetap produktif dan fokus dalam menyelesaikan tanggung jawab mereka. Namun membuka situs-situs tersebut saat bekerja bukanlah suatu dosa besar. Anda hanya perlu menyeimbangkan kapan waktunya fokus bekerja dan kapan waktunya untuk refreshing sejenak.

Baca juga: Penggunaan media sosial di tempat kerja meningkat

Tags: