Membangun Karakter Ihsan Karyawan Telkom

Apabila perusahaan menemukan karyawan yang malas, biasanya apa yang dilakukan oleh perusahaan? Seringkali karyawan dikirim mengikuti seminar atau training motivasi, namun setelah itu tidak ada perubahan. Lalu di mana sebenarnya masalahnya?

Demikian M. Yusuf Muhammad, Chief of Spiritual Capital Management Telkom membuka sesinya dalam seminar bertajuk Indonesia Spiritual Capital Development yang dilakukan pada tanggal 7 Mei kemarin. “Ternyata permasalahannya ada di kemauan,” tambahnya.

Selama ini ternyata banyak orang salah mempersepsikan kemauan. Kemauan dianggap masuk ke dalam ranah motivasi. Padahal sebenarnya kemauan ada di dalam ranah qalbu. Sehingga training yang dilakukan perusahaan terkadang tidak tepat sasaran. “Jika kemauan tidak bangkit, maka intelektual dan skill pun tidak akan berkembang pula.”

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka spiritual seseorang, yang berada di dalam qalbu, harus dikembangkan. Hal inilah yang mendasari Yusuf Muhammad dan timnya dalam membentuk strategi untuk membangun karakter Ihsan para karyawan Telkom. Para pekerja dibina karakternya melalui pendekatan spiritual.

Dimulai dari menginternalisasi makna spiritual kerja, kepada para pekerja disampaikan bahwa bekerja tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan fisik, namun juga sebagai ibadah pada Tuhan. Setelah makna spiritual terinternalisasi, motivasi kerja pun dibangun kembali agar bekerja tidak hanya untuk kebutuhan fisik. Integritas bekerja kemudian dibangun untuk mengamalkan kejujuran dalam bekerja. Setelah itu kekuatan spiritual kerja dibangun sehingga para pekerja diharapkan dapat bekerja dengan cinta karena mensyukuri apa yang diberikan oleh Tuhan.

“Karyawan bukan hanya makhluk fisik yang butuh gaji, namun mereka juga membutuhkan kenyamanan dalam bekerja,” ungkapnya. Program yang baru berlangsung selama dua tahun ini ternyata telah membuahkan hasil yang positif. “Sebagian besar karyawan mengalami perubahan perilaku. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan perilaku positif pada kegiatan sehari-hari terutama di lingkungan kerja,” jelas Yusuf Muhammad.

Program ini juga tidak hanya sekedar mengembangkan karakter para karyawan, namun juga membentuk budaya perusahaan yang lebih baik. Dengan tiga pilar yang menjadi acuan utamanya, yakni value, system dan leadership. Tiga pilar ini kemudian menjadi dasar untuk membentuk karyawan yang berintegritas tinggi dalam pekerjaan mereka, berantusiasme tinggi dalam bekerja dan mampu mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka dalam pekerjaannya. Ketika dikaitkan dengan target perusahaan Yusuf Muhammad menjawab, “Sejauh program ini diimplementasikan Telkom tidak pernah merugi, hanya fluktuatif.” (*/@aindahf)

Baca juga: Telkom Siapkan 1000 Leader untuk Go Global

Tags: ,