Mau Ke Mana Gen Y?

Gaery Tiket

Walau disebut sebagai generasi penentu masa depan, karena karakter mereka yang tangkas teknologi  dan haus akan ilmu sangat menonjol, namun Gen-Y tetap harus melakukan perbaikan dan peningkatan skill agar lebih mudah beradaptasi dan layak menjadi generasi millenium.

Sekiranya itu perhatian Gaery Undarsa, Managing Director Tiket.com yang disampaikan kepada PortalHR.

Menurutnya cara komunikasi Gen-Y masih kurang baik, mereka biasa menyampaikan sesuatu melalui verbal. Hal itu dikarenakan fasihnya mereka ber-social media sehingga terbiasa berkomunikasi tanpa struktur.

“Secara general mereka terbiasa dengan verbal, tanpa ada suatu pencatatan yang jelas,” ujar Gaery yang mengaku Tiket.com kini sedang beralih ke status Growth dari start-up.

Beratnya persaingan start-up atau bisnis pemula yang kebanyakan dikelola anak muda ini, membuat Gaery dan rekan-rekan mengaku harus bisa meningkatkan performa mereka.

“Saat kita mengubah status jadi pertumbuhan, selain performa, kita juga harus punya struktur yang jelas dan regulasi yang professional,” ujar Gaery yang pernah bekerja di IBM Canada.

Gaery bercerita pada awalnya rekan-rekan yang kebanyakan terdiri dari anak muda itu belum bisa menerima perubahan yang terjadi, namun secara perlahan hal itu dikomunikasikan dengan baik.

“Awalnya mereka bingung, tetapi kalau diberitahu apa alasannya mereka tidak keras kepala kok,” ujar Gaery.

Respect dengan Generasi Lain

Setelah  kurang lebih 2 tahun berkecimpung di bisnis start-up, Gaery bersama founder yang lain melihat pandangan generasi di atas mereka sangat sportif.

“Terlepas saya lulusan luar negeri atau ada background pernah di IBM, tapi menariknya saat bertemu bos-bos besar mereka memandang positif kepada anak muda,” tutur Gaery.

Menurutnya generasi di atasnya itu menganggap generasi muda sebagai generasi penerus dan mempunyai value, apalagi ditambah pertumbuhan bisnis anak muda sedang maju di Indonesia. Yang terpenting bagaimana kita bisa menempatkan diri saat berhadapan dengan pemimpin yang sudah tergolong tua.

“Kini mereka tidak melihat lagi umur sebagai problem, tinggal bagaimana kita bisa mempresentasikan diri kita sendiri,” ujar Gaery yang mengaku sering mengenakan celana jins saat bertemu generasi di atasnya, namun tetap mengedepankan respect.

Dengan adanya talenta seperti Gen-Y, Gaery yakin percepatan ekonomi akan semakin cepat. “Mungkin tadinya perusahaan itu butuh waktu 5 sampai 10 tahun untuk bisa jadi besar, namun dengan adanya Gen-Y dan mereka merasa dihargai, perusahaan itu akan berkembang lebih pesat,” ujar Gaery optimis.

Kontribusi Gen-Y yang lain terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut Gaery adalah sifatnya yang konsumtif. “Gen-Y itu kalau beli sebuah barang kadang tidak mikir, karena masih belum punya tanggungan, sehingga saat mereka sudah punya expendables income, mereka akan cenderung mengeluarkan expense atau duit lebih. Itulah kenapa perekonomian Indonesia growing, sebagian besar karena itu,” ujar Gaery.

Menurut Gaery, karakter kuat Gen-Y bisa diasah semenjak mereka di bangku kuliah. Generasi millenium itu harus mengukur kemampuan mereka agar lebih siap saat bekerja. “Yang tertarik di bidang entrepreneur, maka potensi itu harus dibangun dari mereka kuliah, sehingga mereka tahu potensi mereka ke mana,” ujar Gaery.

Selanjutnya selain hard skill, faktor kedua yang harus dimiliki Gen-Y adalah soft skills. “Soft skill itu penting, di mana kita bisa belajar interaction dengan each other, respect dengan atasan, dan bawahan, dan hal itu juga mesti dibangun sedini mungkin,” ujar Gaery.

Gaery menambahkan, kadang anak muda hanya fokus dengan bidangnya saja, tanpa melihat bisnis mereka ke depan. “Biasanya yang jago di programming, hanya fokus di idealisme mereka saja, tanpa memikirkan siapa yang akan menggunakan karya mereka, sehingga bisnisnya tidak jalan,” ujar Gaery.

“Yang harus dimanfaatkan Gen-Y adalah network, mereka harus bangun relationship sebanyak-banyaknya, hal itu dibutuhkan soft skill, karena sepintar-pintarnya orang, attitude sama karakter yang akan menunjang mereka,” pungkas Gaery. (*/@nurulmelisa)

Tags: , ,