Manager Wanita Lebih Tenang Dalam Menghadapi Konflik

Industri teknologi memiliki pekerja yang didominasi oleh pekerja pria. Padahal, berdasarkan penemuan terbaru, CEO wanita memberikan performa yang lebih baik daripada CEO pria, wanita menjadi manager yang lebih baik daripada pria, dan wanita akan lebih tenang dalam menghadapi konflik.

MIT melakukan penelitian mengenai logical analysis, brainstorming dan kerja sama dalam tim. Responden dibagi menjadi dalam beberapa kelompok secara acak. Lalu diukur berdasarkan pencapaian tim. Hasilnya, beberapa tim mampu memberikan performa maksimal. Tim yang memiliki skor IQ lebih tinggi, tidak menghasilkan prestasi yang lebih baik dari mereka yang skor IQ lebih rendah. Sama halnya dengan tim yang penuh dengan orang-orang ekstrovert ataupun motivasi tinggi. Didapatkan tiga faktor yang berhubungan dengan kesuksesan tim, yaitu:

Baca juga: 60 tahun yang lalu, wanita menikah dilarang bekerja

1. Tim yang semua anggotanya berkontribusi maksimal cenderung lebih unggul dibandingkan yang lainnya.

2. Tim dengan skor EI yang lebih baik, cenderung lebih unggul dibandingkan yang lainnya.

3. Tim dengan anggota tim yang seluruhnya wanita, cenderung lebih unggul daripada tim yang anggota timnya keseluruhan pria.

Lebih signifikan lagi, ketika tim melakukan interaksi secara online tanpa bertemu secara face-to-face, hasilnya juga sama. Lebih banyak wanita, lebih baik performa yang ditampilkan oleh sebuah tim. Lalu mengapa tidak lebih banyak wanita pada industri teknologi, dimana teamwork adalah hal yang sangat krusial?

Ditemukan bahwa terjadi gender bias pada proses pemilihan kandidat untuk wawancara. Sehinga hanya sedikit wanita yang bekerja dalam industri tekonologi. Memang beberapa industri identik dengan jenis kelamin tertentu yang mendominasi, namun bukan berarti menutup kemungkinan bagi jenis kelamin lainnya untuk terlibat.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wanita dalam tim, ataupun sebagai pemimpin bukanlah hal yang patut dipandang sebelah mata. Melainkan sebagai warna baru dalam organisasi sehingga dapat membuat perubahan untuk membawa organisasi pada kesuksesan.

Baca juga: Wiwik Wahyuni, Wanita “Rebel” yang Senang membantu orang lain

Tags: