UT Tawarkan Alternatif Pengembangan Diri untuk Karyawan

universitas terbuka

Berdiri 29 tahun yang lalu sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) ke-45 di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) sebagai satu-satunya universitas yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh, kini mulai mendekati para karyawan. Melalui acara Free Seminar “For Better Future” yang diselenggarakan kemarin (3/7) di kampus UT di kawasan Pondok Cabe Tangerang Selatan, UT membuka kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan kompetensinya melalui para HRD yang diundang secara gratis pada acara tersebut.


Menurut Mohamad Yunus, Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka, sistem belajar UT yang sangat fleksibel dan terbuka sangat cocok untuk para karyawan. Di UT tidak ada pembatasan jangka waktu penyelesaian studi dan tidak memberlakukan sistem Drop Out (DO), tidak ada pembatasan tahun kelulusan ijazah SLTA maupun umur. Cara belajarnya pun fleksibel mengikuti skema layanan yang dipilih oleh mahasiswa. Untuk belajar jarak jauh menggunakan materi belajar multimedia seperti buku digital, kaset audio dan video/CD, siaran radio dan TV, serta media internet.

“Cara belajar di UT dapat disesuaikan dengan pilihan skema layanan oleh mahasiswa. Ada yang sepenuhnya online, ada pula yang dikombinasikan dengan tatap muka,” ujar Yunus.

Karena sistemnya yang fleksibel, 80% mahasiswa UT adalah karyawan. Dari jumlah tersebut sebagian besar berada di luar kota, seperti karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan minyak dan perusahaan asing. Yang menarik adalah cukup banyak mahasiswa UT yang adalah TKI di luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Saudi Arabia, dll.

Jumlah mahasiswa UT menurut data tanggal 30 April 2013 tercatat 533.327 mahasiswa. Metode ini diklaim terbukti efektif, serta telah menghasilkan lulusan yang dapat berkiprah di bidangnya masing-masing. Walaupun begitu, seperti diakui oleh Daryono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UT, memang masih sulit mengubah paradigma masyarakat terhadap pembelajaran jarak jauh ini.

“Memang dibutuhkan paradigm shift agar masyarakat dapat menerima sistem belajar jarak jauh ini. Tetapi kapan masyakarat siap? Kita harus mulai,” ujar Daryono sambil menambahkan, dalam waktu 5 tahun ke depan, dengan dukungan perkembangan infrastruktur internet, sistem belajar jarak jauh ini akan sangat berkembang di Indonesia.

UT menawarkan banyak jurusan untuk jenjang S1 maupun S2, seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, serta Fakultas Matematika dan IPA. (*/@mei168)

Tags: ,