Training Bukan Solusi Semua Masalah

Training bukanlah solusi atas semua masalah yang terjadi pada karyawan. Sebelum mengirimkan karyawan ke sebuah program training, atau merancang training sendiri, perusahaan perlu melakukan penilaian kebutuhan sehingga ditemukan solusi yang tepat untuk sebuah masalah.
Demikian benang merah yang bisa ditarik dari presentasi VP People & Organization Development PT Indofood Sukses Makmur, Tbk Johnnie Susanto dalam pelatihan “Training Identification and Evaluation” yang digelar oleh Menara Kadin Learning Center di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, 15 – 16 April 2009 lalu.
Menurut Johnnie, secara spesifik training merupakan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan keterampilan dan pengetahuan karyawan. Sedangkan, untuk masalah-masalah lain seperti kurangnya motivasi, mestinya diatasi dengan program lain.
Untuk itu, tandas Johnnie, diperlukan adanya penilaian kebutuhan (needs assessment) sebelum masuk ke desain dan implementasi sebuah training.
Lebih jauh, Johnnie memaparkan needs assessment bisa dilakukan dengan metode yang terdiri atas Organizational Analysis, Task Analysis dan Person Analysis.Organization Analysis bisa dilakukan dengan cara meneliti lingkungan kerja, strategi perusahaan dan sumber daya perusahaan untuk menentukan dimana penekanan training harus ditempatkan. Sumber informasi untuk analisis ini bisa berupa laporan perusahaan, survei, dan performance appraisal system.
Adapun Task Analysis merupakan proses penentuan content dari program training yang didasarkan pada tugas dan kewajiban dalam pekerjaan. Sumber informasi yang dibutuhkan yaitu job description dan spesifikasi pekerjaan, standar job output, kasus-kasus dalam pekerjaan, hasil performance appraisal dan hambatan-hambatan lainnya yang timbul dalam pekerjaan.
Sedangkan Person Analysis adalah penentuan individu yang membutuhkan training khusus melalui competency assessment (analisis kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam cakupan pekerjaan yang intensif dan berhubungan dengan orientasi keputusan), performance appraisal, kuesioner, focus group, wawancara, observasi, hasil tes karakter dan personality, serta tes psikologi.
“Setelah proses analisis selesai, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menentukan masalah yang ada, dan menjabarkan ketidaksesuaian antara performa yang diharapkan dengan performa aktual,” ujar Johnnie.