Talent Management Harus Selaras dengan Strategi Bisnis

Dalam iklim kompetisi global, perlunya perusahaan memiliki sistem talent management sudah tak bisa ditawar lagi. Namun, berhenti pada sekedar memiliki saja tentu jauh dari cukup.
“Banyak perusahaan yang telah memilili sistem talent management, namun gagal memanfaatkannya untuk memacu kinerja dan unggul dalam kompetisi,” ujar CEO Chartered Management Institute (CMI), Inggris Marry Chapman.
Bersama dengan Ashridge Business School , CMI melakukan studi bertajuk “Maximising Talent for Business Performance” untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan utama yang dihadapi organisasi dalam mencari dan mengelola SDM.
Laporan hasil studi tersebut mengatakan, banyak kaum pengusaha dan pimpinan perusahaan yang bingung membedakan antara performance management dan talent management, dan bagaimana menggunakan pencapaian-pencapaian untuk mengindikasikan potensi masa depan.
Dari 1550 responden, hanya 31% yang percaya diri bahwa sistem appraisal mereka cukup akurat untuk mengidentifikasi potensi individu-individu.
“Jika organisasi ingin sukses dalam lingkungan global, sistem talent management harus selaras dengan strategi bisnis. Hanya dengan begitu, talent yang tepat bisa diidentifikasi dan diarahkan agar match dengan rencana-rencana jangka panjang pertumbuhan organisasi,” tegas Chapman.
Dilaporkan, saat ini baru separo perusahaan di Inggris yang memiliki sistem talent management atau sesuatu yang serupa itu. Tantangan terbesar organisasi antara lain mengukur ROI dari talent management tersebut.