Proses Belajar Perusahaan Harus Mengungguli Laju Perubahan

Perusahaan harus terus melakukan pembelajaran dengan kecepatan melebihi laju perubahan, atau minimal beriringan. Ini bukan pilihan, melainkan kebutuhan yang tak bisa ditawar kecuali jika memang ingin membiarkan perusahaan mati.
Demikian ditegaskan oleh Direktur Program Pengembangan HR Asia pada Universitas George Washington Profesor Michael J Marquadt dalam lokakarya “Building the Learning Organization” di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (25/4/07).
Menurut Marquadt, kebutuhan perusahaan untuk mengembangkan diri menjadi learning organization saat ini semakin mendesak. Selain karena dorongan globalisasi dan teknologi yang tak bisa dihindari, banyak dinamika yang menuntut sebuah perusahaan untuk selalu belajar.
Marquadt menyebut transformasi dunia kerja, semakin besarnya kekuatan customer serta perubahan peran dan harapan pada kaum pekerja sebagai faktor-faktor pendorong yang penting. Di samping, tentu saja, karena pengetahuan merupakan aset paling bernilai dalam perusahaan.
Penulis buku Building the Learning Organization itu berangkat dari pemahaman bahwa keseluruhan sebuah perusahaan merupakan satu sistem layaknya sebuah otak. Proses belajar yang ditempuh oleh sistem perusahaan secara keseluruhan itulah yang disebut learning organization.
Dalam hal ini diingatkan bahwa proses pembelajaran itu harus terintegrasi dengan tujuan-tujuan bisnis serta secara kontinyu beradaptasi dan memperbaruhi diri dalam merespon perubahan di luar. “Proses tersebut menghendaki integrasi dan sinergi antara manusia di dalam organisasi itu sendiri dengan pengetahuan dan teknologi,” ujar dia.
Lebih jauh Marquadt memaparkan, dalam konteks learning organization, perlu diperhatikan sedikitnya lima paradigma yang berubah. Masing-masing dari workplace menjadi learning environment, training menjadi learning, workermenjadi continuous learner, engagement menjadi learning opportunity dan supervisor menjadi coach&learner.
Marquadt meyakinkan, organisasi yang terus melakukan proses pembelajaran akan memiliki kekuatan yang luar biasa terutama dalam mengantisipasi tantangan dan beradaptasi dengan perubahan.
“Learning organization juga mempercepat inovasi produk, menghubungkan dan membangkitkan semua sumber daya serta meningkatkan komitmen dan kreativitas karyawan,” tambah dia.
Profesor Marquadt hadir di Jakarta atas undangan Panglima Organizer. Lokakarya diikuti 30 peserta dari berbagai perusahaan besar berbagai bidang industri, dari perbankan hingga otomotif. Selain berpengalaman memberi pelatihan untuk para manajer di 85 negara, Marquadt juga telah menjadi konsultan berbagai perusahaan kelas dunia.