Perusahaan Gagal Pahami Prioritas Karyawan

Dua dari tiga perusahaan di seluruh dunia masih menghadapi masalah dalam mempertahankan karyawan-karyawan terbaik dan memiliki keahlian penting. Ditambah lagi, sebagian dari mereka sulit menemukan apa penyebab karyawan pergi dan bergabung dengan organisasi lain.

Hasil survei yang dilakukan Watson Wyatt Worldwide dand WorldatWork mengungkapkan, usaha-usaha yang dilakukan perusahaan untuk menekan angka turnover terhambat oleh minimnya pemahaman atas prioritas-prioritas karyawan. Survei melibatkan 946 perusahaan dan 13 ribu karyawan secara global.

Sebagai contoh, dari sisi karyawan, stres dianggap sebagai alasan terbesar mereka meninggalkan perusahaan. Namun, dari perspektif pimpinan perusahaan, faktor tersebut bahkan tidak masuk dalam lima besar alasan yang mereka sebut ketika disodori pertanyaan yang sama.

Para pimpinan perusahaan sering (lebih) percaya, seseorang meninggalkan perusahaan semata karena mereka merasa tidak digaji dengan layak, atau karena minimnya pengembangan karir, atau ada masalah dengan kesempatan-kesempatan promosi.

“Menarik dan mempertahankan karyawan terbaik merupakan tantangan bagi segenap pimpinan perusahaan dalam tingkat global,” ujar Direktur Global untuk Strategi Reward pada Watson Wyatt Laura Sejen.

“Pimpinan perusahaan yang ingin membangun dan memelihara ketenagakerjaan dengan baik harus mampu menyelaraskan reward karyawan dengan tujuan-tujuan perusahaan.”

“Program-program performance management perusahaan harus mempertemukan apa yang dibutuhkan karyawan untuk menjalankan pekerjaannya dan apa yang diperlukan perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Ini tidak hanya akan memudahkan untuk mempertahankan karyawan, tapi juga untuk menarik pendatang baru yang potensial,” papar dia.

Studi juga menemukan bahwa untuk menarik, mempertahankan dan memotivasi karyawan terbaik, perusahaan perlu memahami harapan-harapan karyawan mengenai reward dan kemudian melaksanakannya sesuai yang telah dijanjikan. Menurut Sejen, hal itu merupakan formula untuk memiliki karyawan yang berdedikasi dan produktif.

“Ketika karyawan melihat bahwa kinerja mereka memiliki pengaruh yang nyata pada reward dan bahwa manajemen memperhatikan itu, karyawan menjadi lebih committed dengan pimpinan perusahaan,” ujar dia.