Penampilan Fisik Perlu bagi Kemajuan Karir

Mungkin Anda pernah dengar ungkapan asing berbunyi “dress for succes”. Bisa jadi selama ini Anda tak begitu menghiraukannya. Mulai sekarang, sebagai profesional, Anda perlu lebih peduli dengan penampilan. Sebab, dari sinilah proses pengembangan pribadi bermula. Lebih-lebih, jika Anda perempuan.
“Bukan berarti bahwa kaum profesional perempuan memiliki problem penampilan, namun intinya perlu ada strategi gender untuk membantu memaksimalkan potensi,” ujar Head of Diversity&Inclusiveness pada Ernst & Young Inggris Fleur Bothwick.
“Jika kita tidak melakukan hal itu, maka kita pun akan kehilangan potensi itu,” tambah dia.
Sedemikian pentingnya faktor penampilan fisik tersebut, Ernst & Young pun mengirimkan 400 karyawan perempuan untuk mengikuti sebuah workshop “Dress for Succces” yang berlangsung selama dua bulan, September-Oktober.
Dalam workshop tersebut, para profesional perempuan sehari-hari bekerja memberikan layanan publik bidang akuntansi itu mendapatkan pelajaran mengenai misalnya jangan memakai parfum beraroma tajam dan baju tanpa lengan ke tempat kerja.
Termasuk bagian dari saran-saran dalam soal penampilan adalah jangan membawa tas malam untuk meeting yang berlangsung pada jam kerja; pertimbangkan juga soal warna pakaian dan rambut (sesuaikan dengan warna kulit.
Menurut Bothwick, pelatihan khusus tentang penampilan diperlukan bagi para profesional perempuan, terutama di sektor-sektor pelayanan. “Jangan sampai ada yang menegur atau mengomentari warna lipstik Anda, atau pun membuat orang terheran-heran karena Anda memakai sepatu hak tinggi pada momen yang tidak pas,” ujar dia.
Bisa Diterima
Ketua jaringan profesional perempuan bidang akuntasi di Inggris Anne Freden mengatakan, kaum perempuan-karir sering merasa kesulitan menentukan busana yang cocok dan bisa diterima di lingkungan kerja.
“Perusahaan (tempat Anda bekerja) memang tidak mengharuskan soal itu, tapi ini bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis,” kata dia mengingatkan pentingnya busana kerja.
“Banyak perempuan berbakat dan berpotensi tinggi berusaha memaksimalkan pencapaian mereka di perusahaan tempat mereka bekerja, dan mencari cara serta tips dan tool untuk mewujudkan itu,” tambah Freden.
Seorang konsultan citra pada lembaga bernama House of Colour Fiona Ingham mengungkapkan, 70% kesan pertama muncul berdasarkan busana dan penampilan.