Peduli Pendidikan, Pustekkom Gelar ISODEL

Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) membuka mata pemerintah, dalam hal ini Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) untuk meningkatkan program yang berkaitan dengan dunia teknologi saat ini.

Selain pembangunan infrastruktur secara konsisten, unit pelaksana kementrian dalam bidang TIK ini ingin menciptakan awareness untuk pemanfaatannya dalam dunia pendidikan. Untuk itu, Pustekkom  menggelar sebuah forum dikusi yang dipopulerkan dengan nama ISODEL (International Symposium on Open , Distance, and e-Learning). Dalam forum ini nantinya semua praktisi pendidikan, peneliti, mahasiswa hingga masyarakat umum di seluruh dunia akan berbagi ide, praktek terbaik dan rekomendasi dalam upaya meningkatkan kualitas belajar dan pemecahan berbagai masalah pendidikan di Indonesia dengan mengggunakan berbagai alternatif solusi, salah satunya melalui pendayagunaan TIK.

ISODEL 2012 yang bertema “Enhancing Lifelong Learning for All: Achieving Global Welfare” itu sendiri merupakan penyelenggaraan yang ke-8 kalinya sejak tahun 1995. Menurut presiden ISODEL 2012, Ari Santoso, tujuan penyelenggaraan ISODEL pastinya untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan pemikiran. “Kita akan memanfaatkan ISODEL ini untuk pengembangan bagi pendidikan SMP Terbuka, SMA Terbuka, Pendidikan untuk guru, dan Universitas Terbuka,” ujar Ari. Bahkan harapannya, ISODEL mampu mempercepat program “Wajib Belajar” bagi pendidikan Indonesia.

Mengingat pentingnya pendidikan untuk anak-anak di Indonesia, Pustekkom sendiri sudah menjalankan program e-Learning yang dikemas dengan berbagai aplikasi, seperti Portal Rumah Belajar, TV Edukasi, Suara Edukasi dan Pusat Sarana Belajar (PSB), dimana semua tools itu terbuka untuk umum dan materinya disediakan untuk guru-guru yang ingin belajar dan mengajar dengan cara e-Learning.

“Ada 3 hal yang perlu kita lakukan dalam e-Learning, yang pertama open system, open standard, open content, jadi content itu terbuka untuk semua. Dan yang paling penting source code nya kita pegang, dengan 4 elemen itu kita bisa menjalankan e-Learning dengan baik,” terang Ari.

ISODEL akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 4-6 Desember 2012 dengan pembukaan langsung oleh Mentri pendidikan, Muhammad Nuh, dan diisi oleh belasan speaker yang berasal dari dalam negeri dan negara-negara yang sudah terampil dalam bidang ini, seperti India dan Amerika Serikat.

Guru Tidak Bisa Digantikan oleh e-Learning

Ditemui seusai konferensi pers ISODEL, Ari Santoso menyampaikan pentingnya menumbuhkan awareness mengenai teknologi untuk pendidikan di Indonesia, awalnya sumber energi dahulu, dimana banyak sekolah yang beranggapan listrik tidak penting, karena proses belajar berakhir pada pukul 14.00. “Padahal listrik itu tidak hanya untuk penerangan tapi proses belajar juga,”ujar Ari. Bila sekolah tersebut sudah peduli dengan sarana dan infrastruktur yang akan meningkatkan proses pembelajaran siswa, “kita baru bisa menerapkan konsep e-Learning secara berkala di sekolah tersebut,” ujar Ari.

Mengapa harus e-Learning? “Karena orang bisa menerima materi pembelajaran dengan beragam cara, ada yang bisa dengan membaca buku saja, namun ada juga yang butuh visual, butuh animasi, dan hal itu tidak ada di kelas konvensional,” terang Ari. Sekarang bagaimana menumbuhkan minat guru untuk menerapkan e-learning, menurut Ari proses ini memang harus diinsetifkan, karena selain gairah yang masih kurang untuk menerapkan, e-Learning juga harusnya didukung policy oleh sekolah. Dimana policy mengenai guru yang mengajar dengan e-learning belum diakui, padahal effort untuk menerapkan itu cukup besar. “Ini yang akan kami dorong, untuk diajukan dan segera diakui di dalam standardisasi pendidikan, BSNP (Badan standard nasional pendidikan),” ujar Ari.

Meski begitu, konsep e-Learning tetap memiliki prioritas-prioritas tersendiri. Guru tetap tidak bisa digantikan oleh e-learning, namun yang tadinya guru menjadi header center sekarang menjadi in center. Jadi walaupun murid menjadi aktif, tapi guru tetap bertugas untuk memberi stimulus. “Saya optimis, sarana internet dapat menyalurkan informasi pendidikan yang baik. Yang kita bangun tidak hanya untuk siswa, tapi over all, siswa, guru, kepala sekolah termasuk orang tua, banyak kini orang tua yang bingung saat mencari tahu tentang PR anaknya, mereka bisa memanfaatkan E-Learning ini,” jelas Ari. (@nurulmelisa)

Tags: