Metamorfosis PLN

eddy erningpraja

Puluhan tahun berdiri, Perusahaan Listrik Negara (PLN) merasa bahwa tahun ini adalah saat yang tepat untuk melakukan metamorfosis.

“Selama ini, proses bisnis kita adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik. Kita seolah menjadi ban belakang, terlebih lagi karena kita tidak bisa mengontrol bisnis karena tarif listrik dikendalikan oleh pemerintah. Kini, kami akan bertransformasi menjadi ban depan yang menggerakkan ekonomi Indonesia,” ungkap Eddy D. Erningpraja, Human Capital and General Affairs Director PT PLN.

Meskipun berhadapan dengan beberapa kendala bahwa operasional mereka terbentur penetapan regulasi oleh pemerintah, tetapi PLN masih memiliki beberapa nilai kompetitif.

PLN adalah salah satu perusahaan yang memiliki konsumen terbesar di dunia, yakni 70 juta konsumen dan bertumbuh sekitar 3 juta konsumen pertahun. PLN juga merupakan perusahaan yang menggunakan prepaid technology terbesar di dunia. Untuk beberapa tahun mendatang, PLN bahkan akan mengembangkan service-nya ke luar negeri, seperti Myanmar dan Kamboja.

Sebagai mesin metamorfosis tersebut, PLN telah merakit sumber daya manusia untuk menjadi talent unggulan berkualifikasi internasional. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, dibentuklah Corporate University (CorpU), yang merupakan wadah untuk segala jenis program people development di PLN.

Corpu yang dibangun dengan mengalokasilan sebesar 9 persen dari total budget Departemen HR tersebut memang tidak main-main. Ada tujuh program utama meliputi pelajaran teknis dan pembangunan karakter. Karakter yang diharapkan terbentuk dari Corpu tersebut adalah sosok leader yang punya kemauan untuk sharing knowledge kepada partner kerja lain. Untuk memfasilitasi ini, PLN membentuk sebuah portal online untuk berbagi ilmu yang bisa diakses oleh seluruh karyawan PLN.

“Kami mendorong karyawan untuk belajar. Setiap karyawan mendapatkan hak untuk mendapat program skill development, seperti training, minimal 40 jam per tahun,” ungkap Eddy dala kesempatan 3rd Asia Corporate University Summit kemarin (20/3).

Keseriusan PLN tersebut juga ditandai dengan diselenggarakannya Leadership Academy yang bekerja sama dengan perusahaan Garuda Indonesia dan General Electrics. Program kerja sama seperti ini adalah yang pertama di Indonesia dan menjadi benchmark bagi perusahaan lain di Indonesia.

Progam Corpu tersebut, tentu bukan hanya sekedar dijalankan dan menjadi kebanggaan perusahaan, melainkan dilakukan assessment untuk melihat peningkatan skill pegawai.

“Setiap tahun, kita lakukan assessment online untuk mengetahui apakah mereka telah menguasai proses bisnis yang diajarkan,” tandas Eddy. (*/@yunitew)

 

Tags: ,