Manajer Lini Kurang Bekal Pelatihan

Para manajer lini adalah pihak yang paling dituntut kinerjanya dalam urusan-urusan mengelola sumber daya manusia. Sayangnya, ternyata kebanyakan dari mereka kurang dibekali dengan pelatihan yang relevan. Itulah salah satu hal yang terindentifikasi dalam 2010 IRS Line Manager Training Survey yang dilakukan di Inggris.
Laporan yang didasarkan atas survei terhadap 123 profesional HR itu mengungkapkan, hampir separo organisasi (48%) yang memberikan wewenang pada para manajer lini bidang rekrutmen dan seleksi tidak dibelaki dengan pengembangan yang spesifik dalam bidang tersebut.
Kesenjangan (antara) pelatihan (yang didapatkan dan yang dibutuhkan) juga terjadi pada area-area berikut: pengembangan karyawan (47%), prosedur-prosedur disipliner (27%) dan penilaian (19%).Ditemukan juga bahwa 8 dari 10 responden percaya, pelatihan bagi para manajer SDM hukumnya wajib.
Editor bidang Pelatihan pada XpertHR Charlotte Wolff yang juga menuliskan laporan penelitian tersebut mengatakan, “Para manajer lini kini semakin dituntut untuk lebih bertanggung jawab dalam sejumlah area-area penting yang menyangkut pengelolaan sumber daya manusia.”
Dicontohkan, bidang tertentu seperti manajemen absen harus benar-benar dikuasai karena berhubungan langsung dengan penghematan biaya. “Intinya, investasi dalam pelatihan yang relevan jelas sangat penting,” simpul Wolff.