Learning Organization, Kunci dalam Metamorfosa Manajemen

luis moutinho

p>

Perkembangan media internet dan secara khususnya media sosial akan mengubah dan memangkas media yang lama serta menimbulkan keinginan konsumen yang semakin beragam. Banyak orang yang setiap hari terkoneksi dengan internet. Strategi pemasaran dan strategi organisasi pun harus berubah.

Demikian disampaikan Prof. Luiz Moutinho, Foundation Chair of Marketing Adam Smith  School of Business & Management, University of Glasglow dalam seminar Management Metamorphosis: A Mindfield of Trend Spotting, Authenticity, Meta-values hari Selasa (13/5) di Ary Suta Center, Jakarta Selatan.

“Strategi pemasaran berubah, organisasi harus dapat mengelola lingkungannya yang cepat berubah,” ujar Luis. Ia memberikan pemaparan akan transformasi organisasi dengan merujuk kedekatan organisasi dengan karyawan internal dan juga dengan customernya, tidak memberikan jarak baik kepada individu yang berada di eksternal maupun internal organisasi.

Selanjutnya Luis menjelaskan mengenai tren otentisitas dalam manajemen (management authenticity) yang terdiri dari the absence of defensiveness, the absence of manipulation on the presence of truthfulness, the presence of sincere empathy, dan the presence of value.

“Dalam berhubungan dengan customer, organisasi tidak dapat lagi memberikan penjelasan mengenai produk yang dijual kepada customer dengan ‘manipulatif’ namun harus ada kejujuran, ketulusan, empati, mengerti kemauan, dan dapat menciptakan value kepada customer.”

Luis juga menyarankan bahwa, “Kunci untuk memenangkan pasar global adalah being local,” jawab Luis terhadap salah satu pertanyaan peserta yang melihat bahwa saat ini masyarakat Indonesia lebih suka mengkonsumsi brand internasional ketimbang lokal.

Untuk mengatasi tantangan perubahan dan manajemen yang terus bermetamorfosis, Hendrik Lim, CEO & Managing Partner Defora Consulting memberi solusi dengan mengusung konsep learning organization.

“Kompetensi yang dimiliki suatu organisasi di masa lalu yang membuat organisasi itu langgeng, di masa akan datang belum tentu masih bermanfaat. Masalahnya manusia itu tidak berani belajar sesuatu yang baru, oleh karena itu diperlukan learning organization dan orang-orang di dalamnya harus berani untuk mengucapkan selamat tinggal hal-hal lama dan selamat datang hal-hal baru. Dalam pendekatan customer, struktur, atau mungkin valuenya,” ujar Hendrik.

Hendrik mengambil contoh salah satu industri media internasional yang memiliki kehebatan dalam menyajikan berita, saat ini mengalami kemunduran terutama dalam urusan logistik karena tidak menangkap momentum bahwa saat ini publishing bisa saja dilakukan melalui media digital.

“Learning organization harus dapat mengejar momentum, jangan sampai organisasi baru mengejar ketinggalannya saat sudah terlambat,” tutup Hendrik. (*/@shiniislamiyah @friesskk)

zp8497586rq
Tags: ,