LeadPro Luncurkan Strength Typology

LeadPro Manajemen Consultant, meluncurkan tools terbaru untuk memetakan kekuatan, Strength Typology pada acara halal bihalal PT LeadPro di Senayan, Jakarta, Sabtu (2/10). Tools ini ditemukan oleh Abah Rama selaku pendiri LeadPro. Dalam acara tersebut Abah mengatakan bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan seseorang bukanlah bakat melainkan kekuatan.

“Kalau mereka yang pernah ikut talent mapping, yang dicari itu adalah bakat atau personality yang produktif. Tapi begitu tahu bakatnya, orang tidak tahu harus diapakan, karena masih mentah. Sedangkan, yang kita butuhkan adalah kekuatan, bukan bakatnya,” ujarnya.

Definisi kekuatan menurut Abah Rama adalah segala macam hobi yang bisa menghasilkan uang dan hobi ini adalah calon kekuatan seseorang. Inti dari kekuatan adalah 4E; Enjoy, Easy, Excellent dan Earn. Apabila seseorang memiliki hobi menulis lalu hobi ini bisa menghasilkan uang, maka menulis adalah kekuatan orang tersebut.

“Kalau seseorang hobinya maen game, tapi hanya bisa main game, maka itu bukan kekuatan. Tapi kalau hobi maen game nya itu membuat dia bisa membuat game dan menghasilkan uang, itulah kekuatan dia.”

Kata Strength dalam Strength Typology berasal dari singkatan Servicing, Technical, Reasoning, Elementary, Networking, Generating Idea, Thinking dan Headman. Di Strength Typology ini, dari 144 kekuatan diringkas menjadi 30 kekuatan dengan tujuan memudahkan orang untuk memilih mana yang menjadi kekuatan mereka.

Dari 30 kekuatan itu, diminta untuk dipilih tiga kekuatan untuk dipetakan di sebuah bagan dimana masing-masing kekuatan dipisahkan berdasarkan kategori S (Servicing) – interpersonal serving others, Te (Technical), R (Reasoning) – Lower Left Brain, E (Elementary) language & administration, N (Networking) – Interpersonal Work With Others, Gi (Generating Idea) – Right Brain, T (Thinking) – Upper Left Brain, dan H (Headman) – interpersonal, influencing others. Tiga pilihan yang ada di kategori-kategori diatas kemudian ditarik menjadi sebuah segitiga dan itulah kesimpulan kekuatan seseorang.

“Contohnya, Bung Karno adalah orang yang memiliki kekuatan Communicator, Visioner dan Commander. Untuk itu, Bung Karno cocok menjadi seorang pemimpin. Jadi dari sini kita paham kekuatan kita seperti apa. Kalau kekuatan kita seperti Bung Karno, tentunya tidak akan terpikir untuk menjadi seorang jurnalis,” tuturnya

Abah rama mengungkapkan bahwa sebetulnya apa yang lakukan dalam hidup ini adalah pengembangan diri dan mengembangkan diri itu sendiri ada dua macam, mengembangkan yang lemah dan mengembangkan yang kuat. Disini yang bisa dilakukan hanya mengembangkan yang kuat.

Abah menambahkan, misalkan kelemahan seseorang di bidang akunting, maka bagaimanapun dia tidak akan bisa jadi akunting. Atau kalau kelemahannya adalah mengajar, maka dia tidak akan bisa menjadi seorang guru, karena dia tidak mau membuat orang lain maju. ”Apabila seseorang tidak ada kekuatan mengajar, namun tetap memilih menjadi guru, itu bisa saja. Tapi dia akan merasa stres,” katanya.

Dalam menggunakan alat ini dibutuhkan keterusterangan karena alat ini hanya bekerja menurut pengakuan yang bersangkutan. Kalau untuk melihat sifat aslinya harus melalui talent mapping. ”kalau cocok ya bagus, tapi kalau tidak cocok, dikembalikan kepada diri kita,” ungkap Abah.