Jawa Barat Targetkan Kurangi 100.000 Penganggur

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menargetkan akan mengurangi 100.000 penganggur pada semester II tahun 2009. Hal itu dilakukan lewat pelatihan, bursa tenaga kerja, dan pembukaan pabrik baru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Mustopa Djamaludin di Bandung, Selasa (14/7) mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan bisa menyediakan lebih dari 300.000 lowongan kerja. Hingga semester I – 2009, lebih dari 200.000 pencari kerja telah terserap di pasar kerja.
”Target 2009 itu angka pesimistis. Berdasarkan pencapaian hingga semester I – 2009, kami yakin target itu dapat tercapai,” kata Mustopa seperti dilaporkan Kompas. Adapun target optimistis penyerapan tenaga kerja pada 2009 sebanyak 484.000 orang.
Langkah itu diharapkan dapat menekan jumlah penganggur di Jabar menjadi kurang dari 2 juta orang pada akhir 2009. Pada 2008, jumlah penganggur di Jabar sekitar 2,26 juta orang, turun dibandingkan tahun 2007 yang sebanyak 2,38 juta orang.
Menurut Mustopa, bidang yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Jabar adalah sektor pertanian, disusul konstruksi dan jasa. ”Pertanian menjadi andalan karena menjadi sektor pengalihan utama dari mereka yang terkena PHK,” jelas dia seraya menambahkan, permintaan terhadap tenaga kerja terus meningkat tapi pencari kerja terkendala keahlian yang belum sesuai dengan persyaratan.
Ketidaksesuaian tersebut diupayakan diatasi dengan mengadakan pelatihan, antara lain yang ditawarkan adalah mengelas, tata boga, dan keperawatan. Selain itu, diadakan pelatihan memperbaiki telepon seluler, dinamo, pompa, dan kompor gas sesuai dengan program konversi energi. Sebanyak 40.000 orang akan dilatih selama 2009.
Diungkapkan, secara keseluruhan, terdapat pilihan 61 keahlian untuk para peserta pelatihan dalam program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja itu. ”Kami berupaya mengembangkan kemampuan yang memadai bagi para pencari kerja melalui pelatihan berbasis masyarakat,” papar Mustopa.
Penyerapan tenaga kerja juga dilakukan dengan pembukaan pabrik-pabrik baru, terutama sektor garmen. Di Kabupaten Karawang misalnya terdapat 3 pabrik baru, juga di Subang (12), Sukabumi (11), dan Purwakarta (3). Semua pabrik itu membutuhkan tenaga kerja sekitar 22.000 orang.