Jangan Biarkan Budget Jadi Hambatan KM

pmsmkecil

Knowledge Management (KM) harus dimulai dari kebutuhan organisasi, bukan dari tools. Jangan terjebak dengan definisi dan jangan biarkan masalah budget menghambat implementasi knowledge management.

Demikian yang bisa disimpulkan dari materi yang dibawakan Budi Guna Halim, HR Manager Anugerah Argon Medica (AAM) dalam acara HR Meet and Talk yang diselenggarakan PMSM hari Rabu (20/7) di FX Sudirman Jakarta.

“Kita harus mulai dengan bertanya apa sih yang kita inginkan, apa sebenarnya yang kita butuhkan. Banyak definisi dan istilah tentang knowledge management, kita jangan terjebak dengan definisi,” ujar Budi.

Budi menjelaskan knowledge management yang dilakukan di AAM melalui berbagai tahapan. Dimulai dengan mapping kebutuhan organisasi, try out, proses institusionalisasi, hingga knowledge management menjadi bagian yang terintegrasi dengan sistem lain dalam organisasi dan turut mendukung pertumbuhan perusahaan.

“Knowldge management bukanlah proses yang singkat. Perlu waktu minimal 5 tahun baru bisa kelihatan hasilnya,” imbuh Budi.

Dalam mengimplementasikan knowldge management tersebut AAM tidak menggunakan jasa  konsultan. Awalnya tidak ada budget khusus untuk knowledge management ini sehingga HR harus kreatif menciptakan cara sehingga KM semakin dianggap penting oleh organisasi. Dengan demikian lama kelamaan mulai ada budget untuk KM.

Dalam acara yang sama Lala Tobing dari Unilever menambahkan, dukungan dari top management adalah kunci keberhasilan implementasi Knowledge Management.

Knowledge management penting agar setiap kali seseorang keluar dari perusahaan, dia tidak membawa pergi pengetahuan dia, tetapi pengetahuan dia menjadi pengetahuan organisasi.

“Tranformasi dari individual knowledge menjadi organization knowledge harus terjadi,” ujar Lala.