Dunamis Jaring Nominasi MAKE Award 2011

Di era knowledge economy saat ini, organisasi yang sukses dan berhasil memenanangkan persaingan, adalah organisasi yang mampu mentransformasikan knowledge yang mereka miliki menjadi aktivitas bisnis sehari-hari.
Organisasi tersebut berhasil memanfaatkan knowledge untuk menciptakan ide dan produk yang bernilai jual tinggi. Demikian disampaikan oleh Satyo Fatwan, Managing Partner Dunamis Organization Services sekaligus Chairman 2011 Indonesian MAKE Study saat membuka 2011 Indonesian Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Nomination, di Jakarta (10/03/2011).
Satyo mengungkapkan beberapa temuan menarik dalam Asian MAKE Study. Di antaranya, temuan bahwa saat ini organisasi di Asia hanya menjaga intellectual property yang mereka miliki saja namun belum mengelolanya secara strategis.
Sementara itu, Satyo menyebutkan, trend perkembangan knowledge management baik di Asia maupun secara global adalah penggunaan web 2.0 dan social network sebagai bagian dari infrastruktur knowledge management.
Acara yang dihadiri kurang lebih 150 peserta mengusung tema “Transform: Knowledge into Action” itu juga menghadirkan Henky S Chahyadi, PhD, selaku Head of BRAIN Corporate/F1 Coach dan F-One Way Thinker PT SMART, Tbk.
Henky memaparkan upaya yang dilakukan oleh Smart untuk menjadi sebuah learning organization sekaligus bagaimana upaya yang dilakukan Smart untuk mengubah knowledge menjadi action. Henky mengungkapkan untuk mampu mengubah knowledge menjadi action, setiap orang dalam organisasi termasuk pemimpin bisnis harus mampu mengidentifikasi isu yang sedang berkembang.
“Satu hal yang juga krusial dalam penerapan knowledge management di organisasi, agar bisa diterapkan di setiap level karyawan, sosialisasi yang dilakukan harus menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh karyawan. Dengan penjelasan yang mudah diterima maka setiap level karyawan akan mampu mengelola knowledge yang mereka miliki sehingga memberi kontribusi bagi pengembangan knowledge organisasi,” ujar Henky.
Di akhir acara, para peserta yang hadir melakukan proses nominasi dengan menuliskan nama organisasi yang mereka nilai memiliki pengelolaan knowledge management yang patut dikagumi dan layak masuk nominasi dalam 2011 Indonesian MAKE Study. Setelah tahapan nominasi ini, akan dilakukan tahapan seleksi oleh para panelis yang terdiri dari para pemimpin bisnis dan KM Expert untuk menentukan finalis dan tahapan skoring atau pemberian nilai bagi para finalis yang telah mengumpulkan bukti-bukti pengelolaan KM yang telah mereka lakukan.
Untuk tahun 2011 ini, tahapan scoring akan dilakukan dengan menampilkan upaya-upaya KM yang kandidat lakukan dan para panelis akan langsung melakukan penilaian sekaligus tanya jawab dengan para peserta. Puncak acara 2011 Indonesian MAKE Study akan dilaksanakan pada 20 Juli 2011 dengan diumumkannya para pemenang Indonesian MAKE Study serta diserahkannya 2011 Indonesian MAKE Award. (RK)