Depnaker Akan Revitalisasi BLK

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) bertekad akan merevitalisasi keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) dalam upaya untuk menjembatani SDM yang melimpah dengan kebutuhan dunia usaha.
Hal itu disampaikan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Depnakertrans Besar Setyoko pada Konvensi Nasional SDM Indonesia 2007 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (20/3/07).
Besar memaparkan, dalam meningkatkan kualitas dan daya saing SDM, serta untuk menyesuaikan dengan perubahan dan paradigma baru ekonomi, pihaknya telah menetapkan sejumlah kebijakan berkaitan dengan ketenagakerjaan.
“Kami sedang mencanangkan paket three in one, yang meliputi pelatihan, sertifikasi (profesi) dan penempatan. Ini tak bisa dipisah-pisahkan. Jangan sampai ada pelatihan tanpa penempatan, dan sebaliknya,” ujar dia.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Depnakertrans antara lain mendirikan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan juga berencana menghidupkan kembali BLK-BLK yang pernah aktif di masa lalu.
Lebih jauh Dirjen melaporkan bahwa kemajuan yang telah dicapai di sektor ketenagakerjaan sampai saat ini. Disebutkan, pada akhir 2006 angka pengangguran turun menjadi 10,93 juta orang –dari 11,9 juta tahun sebelumnya.
Ketika menyinggung soal kualitas SDM, Besar mengakui adanya kelambatan dalam pengembangannya. Menurut dia, hal itu terjadi karena investor kurang tertarik menanamkan modalnya pada SDM. “Bagaimana pun, pemerintah tetap komit membangun SDM, karena kita sudah berada pada era ekonomi berbasis pengetahuan.”
Ditandaskan, pada era ekonomi berbasis pengetahuan, industri lebih mengandalkan faktor-faktor tak berwujud, seperti informasi, komunikasi dan kapital intelektual yang semuanya itu dihasilkan oleh pekerja berpengetahuan.
Konvensi Nasional SDM Indonesia 2007 diadakan oleh Perhimpunan Masyarakat Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia selama tiga hari, berakhir Kamis (22/3/07). Acara ini berisi rangkaian diskusi, malam penghargaan, dan pameran produk/jasa SDM.