Cross Cultural Learning untuk Minimalkan Culture Shock

atmajaya

International Assignment bagi pekerja bukanlah hal yang mudah. Berdasarkan data penelitian Eschbach et al., 2001, 10-50% mereka yang ditugaskan ke luar negeri kembali lagi sebelum tugas mereka selesai.  Ternyata faktor culture shock sangat berperan di sini.

“Contohnya saja mungkin kita akan memiliki kebingungan saat melihat rekan kerja yang berasal dari Jerman yang biasa dalam berdiskusi straight to the point, atau  rekan kerja yang berasal dari Belanda yang biasa bekerja on time,” ujar Dr. Juliana Murniati M.Si dalam 12 th Roundtable Discussion,  dengan tema Building Global Indonesian Leaders by Systematic Learning.

Maka pembelajaran cultural menjadi penting untuk dilaksanakan. Bekali talent dengan training cross cultural sebelum mereka diberangkatkan ke luar negeri. “Kemudian bagi pekerja asing yang datang ke perusahaan kita di Indonesia, berikan orientasi pada mereka saat datang,” tutur Juliana.

“Namun seringkali saat mereka sudah diberikan orientasi, mereka merasa mengerti padahal, saat menjalani mereka belum bisa beradaptasi dengan baik, maka coaching di sini diperlukan,” lanjutnya

Dalam konteks organisasional, Juliana menuturkan intervensi secara organisasi dapat dilakukan dengan tahapan berikut: berikan pengenalan pada culture organisasi, kenalkan dengan rekan kerja dan atasan dari culture yang berbeda, berikan internasional project, dan yang terakhir intensive working & living abroad.

Pentingnya learning cross cultural ini sudah dilakukan oleh beberapa negara, “Contohnya di Jerman pada tahun 1998, Siemens pertama kali mereka sudah mulai membuat training yang sistematis mengenai cross culture. Di Jerman sendiri,  top three company harus mengikuti pelatihan cross culture,” ungkap Prof. Dr.  Hora Tjitra, Executive Director & Founder Tjitra Consulting.

Juliana menutup bahwa bukan berarti di assign di luar Indonesia, mereka harus kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. “Sense of Indonesia juga harus ditanamkan  pada saat mereka mendapatkan training cross cultural sebelum dikirimkan ke luar negeri,” tutupnya. (*/@shinnyislamiyah)

Tags: ,