Apa Resolusi Karir Anda di tahun 2014?

2014

Tahun baru pada umumnya diawali dengan resolusi yang ingin kita raih satu tahun ke depan, salah satunya dalam hal karir. Pentingkah menyusun resolusi dalam urusan karir? Sebuah ulasan di Forbes.com mengatakan bahwa sudah saatnya kita menghapus daftar panjang resolusi kita dan menggantinya dengan satu saja kalimat resolusi, yakni berhenti meletakkan kontrol dari karir kita ke orang lain.

Bergantung pada orang lain, perusahaan atau instansi apa pun untuk membayar kita memanglah hal yang mudah. Kita hanya perlu mengerjakan hal-hal yang mereka inginkan tanpa mempertimbangkan risiko yang besar. Padahal hubungan industri semacam itu bisa berakhir kapan saja dan kita akan menjadi pengangguran.

Bergumul dengan kondisi ekonomi saat ini, kita perlu melakukan diversifikasi. Karena bergantung kepada sumber income orang lain adalah sebuah kesalahan besar dalam karir. Meski tidak ada salahnya berkomitmen pada jabatan yang kita miliki sekarang, akan tetapi beberapa jam dalam seminggu perlu kita sisihkan untuk memikirkan cara meningkatkan pendapatan (income) di luar pekerjaan kita saat ini.

Lalu bagaimana cara melakukannya? Dilansir dari Forbes.com, berikut adalah pengalaman para professional dan pengusaha sukses untuk keluar dari ketergantungan kepada pihak lain sebagai pengontrol income kita:

1. Sisihkan waktu untuk mulai berpikir kemungkinan sumber income lain

Jika kita bekerja pada traditional jobs, bekerja 8 jam di kantor, kini saatnya untuk menyisihkan satu atau dua jam seminggu untuk mengikuti acara networking, mengambil kursus untuk mempertajam keterampilan, mengupdate profil Linkedin, atau berhubungan lagi dengan kolega lama. Untuk menambah wawasan, kita juga dapat banyak belajar dan kuliah, misalnya melalui cousera.

Kita tidak perlu melakukan hal yang sama setiap minggunya, tidak juga kita harus melupakan deadline-deadline kita di kantor. Hanya saja, kita tetap harus meng-agendakan waktu  dalam kalender kita untuk menggali lebih jauh kemungkinan pengembangan karir kita.

2. Lakukan jika memang minat berbisnis

Apakah kamu menjalankan sebuah bisnis? Kegiatan seperti ini juga akan membantu. Kita dapat memanfaatkan waktu luang untuk mencari kemungkinan pasar baru bisnis kita, melakukan inovasi produk, atau mencari jalan yang “tidak biasa” untuk memasarkan produk kita. Intinya adalah bagaimana kita bekerja keras untuk mencari peluang baru sehingga kita tidak perlu berhadapan dengan tugas yang menggunung dari perusahaan. Nantinya, ketika bos memutuskan hubungan kerja, kita tinggal meningkatkan apa yang telah kita inisiasi.

3. Menabung lebih banyak

Ada satu hal lagi yang dapat kita lakukan untuk mengurangi ketergantungan kita pada pemberi kerja, yakni menabung. Bukan hal yang mudah memang menghindari sifat konsumtif dalam budaya yang berkembang saat ini. Bahkan menurut laporan dari Federal Reserve, jumlah hutang rumah tangga di Amerika meningkat sangat drasitis pada kuarter ke-2 tahun 2013. Dipicu oleh KPR, hutang biaya sekolah hingga tagihan kartu kredit. Di Indonesia pun, pengeluaran rumah tangga meningkat 5,06% pada triwulan ke-2 tahun 2013 dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

Kita bisa keluar dari trend hidup konsumtif tersebut. Mulai 1 Januari, kita bisa mulai berkomitmen untuk menghindari pemborosan. Dengan begitu kita lebih memiliki kebebasan untuk mengatakan “tidak” pada lingkungan kerja yang “meracuni”. Pada saat yang bersamaan, kita juga bisa berkata “Ya” untuk kesempatan baru yang lebih menantang. Jika sudah demikian, kita pun memiliki kebebasan penuh untuk menentukan prioritas.

 

Image source: Getty Images

Tags: ,