Kiat GE Bertahan dalam Ketidakpastian

Handry satriago

Handry satriago

Sebuah pertanyaan menelisik dilontarkan oleh Handry Satriago, CEO dari General Electric (GE) Indonesia sebelum memulai sesinya pada seminar bertajuk, Transforming  Corporate Culture, “Peristiwa apa yang mengubah pola kehidupan penduduk dunia?”

Berbagai jawaban muncul seperti penemuan social media, pengeboman WTC, tsunami dan peristiwa lain seperti krisis ekonomi. Satu kesimpulan yang dapat diambil dari jawaban tersebut adalah bahwa tidak ada satupun dari peristiwa tersebut yang bisa diprediksi. Perubahan adalah sesuatu yang tidak pasti tetapi hal itu pasti terjadi. Jika dikaitkan dengan dunia bisnis, maka perusahaan yang paling berpotensi memenangkan kompetisi adalah mereka yang paling siap menghadapi ketidakpastian.

Perubahan membawa beberapa hal terkait cara pelaksanaan bisnis. Misalnya pola kepemimpinan. Handry menjelaskan bahwa pemimpin atau talent yang diunggulkan sekarang ini bukanlah mereka yang memiliki pengalaman global, tetapi pengalaman yang mendalam atau ahli terhadap suatu bidang.

“Yang diperlukan sekarang adalah domain leader. Talent yang memiliki keahlian di satu bidang dan itu hanya bisa diraih jika ia bekerja pada bidang yang sama selama sekurangnya empat tahun. Jadi, kalau di GE, kita sudah tidak memberi tempat kepada kutu loncat,” ungkap Handry.

Baca juga: 5 Value Seorang Leader dari Handry Satriago

Aspek kedua sebagai dampak dari ketidakpastian dan perubahan adalah beralihnya fokus perusahaan menjadi idea based company dari yang awalnya produk tangible. Hal ini terlihat dari menanjaknya performa perusahaan-perusahaan seperti Google dan facebook yang bahkan produknya tidak bisa dilihat maupun disentuh.

Menjawab tantangan perubahan ini, GE Indonesia menyiapkan beberapa antisipasi untuk bertahan dan memenangkan persaingan dalam situasi perubahan ini, yakni:

Membuat konsumen berkembang (grow)

Menurut Handry, saat ini sudah bukan zamannya lagi perusahaan memikirkan customer satisfaction. Lebih penting dari itu adalah membuat konsumen berkembang bersama atau make the customers grow. Kepedulian perusahaan akan kebutuhan konsumen untuk berkembang ini akan menciptakan engagement sehingga mau melakukan pembelian ulang terhadap produk/jasa yang ditawarkan perusahaan. Salah satu contoh pengembangan konsumen yang dilakukan GE adalah dengan bekerja sama mengembangkan pendidikan bagi pilot-pilot Garuda. Garuda merupakan klien dari GE dalam hal penyediaan mesin pesawat.

Bersiap Melayani Kebutuhan Konsumen dalam Ketidakpastian

Berdiri selama lebih dari 120 tahun membuat General Electric mengalami betul perubahan-perubahan yang terjadi di dunia bisnis dan GE membuktikan bahwa ia mampu bertahan. Salah satu alasannya adalah mereka gesit beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Misalnya saja tentang teknologi, mereka mencari sumber yang terbaik yang bisa dimaksimalkan. Mereka juga rajin melihat tren pasar  sehingga dapat membaca kebutuhan konsumen.

Value yang dapat dipelajari dan Adaptif

Bagi GE, nilai atau value yang dianut oleh perusahaan tidak lagi dimaknai sebagai value, tetapi belief, yang tingkatannya lebih tinggi. Setiap karyawan GE wajib berpegang pada nilai-nilai tersebut selama bekerja. Beberapa value yang menentukan kesuksesan GE antara lain Eksternal Fokus, Clear Thinker, Imaginasi dan keberanian, Inklusivitas dan Keahlian.

Aspire and Empower

Pemimpin-pemimpin GE adalah mereka yang memiliki tujuan dan mampu untuk memberdayakan yang lain. Ketika awal masuk GE dahulu, Handry masih bingung mengapa GE Indonesia belum bisa sebaik GE di negara lain. Oleh seorang koleganya, ia diberi masukan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, hal pertama yang harus diingat bukanlah target yang harus dicapai, tetapi bangga dengan apa yang dikerjakan. Kebanggaan terhadap apa yang kita lakukan akan membantu kita menetapkan aspirasi dan menumbuhkan kerelaan untuk mengembangkan orang lain.

Speed

Kecepatan dalam bertindak menjadi isu yang sangat krusial dalam menghadapi perubahan. Jika karyawan bekerja dengan cepat, peluang untuk mencoba hal baru dan melakukan inovasi juga akan terbuka lebar. Itulah mengapa, saat ini dibutuhkan leader yang bisa berpikir cepat dan tidak ragu-ragu ketika mengambil keputusan. (*/@yunitew)

Baca juga: Handry Satriago: Creating ‘Leaders’ not ‘Do-ers’ 

Tags: ,