Ketika Faktor Gender Menentukan Engagement di Dunia Kerja

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Human Capital Institute & Acheivers menemukan bahwa pria cenderung lebih terlibat/engaged di tempat kerja dibandingkan wanita. Menurut Elyssa Thome di talentculture.com, survei ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut faktor yang mempengaruhi tingkat engagement karyawan di sebuah perusahaan. Ternyata ditemukan bahwa sebagian besar karyawan yang engaged adalah laki-laki, mereka berusia 50 tahun atau lebih, telah memegang posisi senior-level dan setidaknya telah berada di organisasi tersebut kurang lebih 15 tahun.

Bagaimana dengan wanita?

Tidak ada keterangan yang valid untuk menjawab pertanyaan tersebut, banyak fakor yang mempengaruhi keterlibatan karyawan di dalam perusahaan yang berbeda-beda di masing-masing organisasi. Yang jelas, kunci agar kita lebih terlibat di dalam perusahaan adalah dengan merasakan langsung beban dan tanggung jawab dari organisasi dan percaya bahwa upaya kita memiliki dampak langsung bagi kemajuan perusahaan.

Sehingga tidak mengherankan, semakin tinggi kita berdedikasi di tempat kerja, semakin besar kita menemukan makna dari pekerjaan itu sendiri, terlepas siapa kita, wanita maupun pria. Survei di atas juga menambahkan bahwa sebagian besar posisi puncak pimpinan ditempati oleh pria. Namun itu bukan berarti potensi wanita di tempat kerja tidak besar. Berikut adalah 3 cara untuk lebih meningkatkan keterlibatan wanita di tempat kerja.

1. Mendukung jadwal yang fleksibel. Tidak hanya berlaku untuk wanita, jadwal yang fleksibel membuat karyawan lebih memilliki kontrol waktu dan meningkatkan engagement mereka. Memberikan opsi untuk bekerja dari rumah atau jadwal yang fleksibel memberikan tanggung jawab dan kebebasan personal yang lebih sehingga meningkatkan produktivitas.

2. Sebisa mungkin lakukan promosi dari dalam. Dalam mengisi posisi kosong, jangan lupakan internal talent. Karyawan yang menjadi bawahan seorang manajer baru yang belum proven akan mengalami penurunan moral, jika karyawan tersebut percaya diri bahwa sesungguhnya dia bisa lebih efektif dalam mengemban tugas sebagai manajer. Berinvestasi dan memberi kesempatan pada karyawan internal akan meningkatkan perkembangan individu dan perusahaan.

3. Saling mendukung satu sama lain. Jika para pekerja wanita bisa menguasai konsep ini, maka akan semakin banyak kesempatan bagi pengembangan karir pekerja wanita. Seorang wanita yang berada di posisi penting dan atas, sangat berpotensi dalam mengangkat dan mengembangkan talenta pekerja wanita lainnya. Berikan kesempatan bagi para karyawan untuk saling mengenal satu sama lain, dan dengarkan mereka.

Memperhatikan para wanita di tempat kerja dengan karyawan yang beragam, akan sangat membatu mengarahkan kreativitas dan inovasi. Pastikan organisasi anda tidak membatasi atau memilih-milih suara para karyawan. Engagement karyawan dimulai dari sebuah lingkungan di manasemua orang percayaadakesempatan yang sama untuk berkontribusi.

Tags: ,