Kepuasan Kerja, Prediktor Kesejahteraan Karyawan

Job satisfaction atau kepuasan kerja merupakan suatu variabel terkait perasaan suatu individu, baik positif ataupun negatif terkait dengan berbagai macam aspek dalam pekerjaan. Kepuasan kerja biasanya sering terlihat dalam percakapan, dimana hal ini merupakan asumsi yang digambarkan oleh seorang manajer terkait orang-orang di bawah supervisi mereka dan suatu sikap yang dapat diukur melalui kuesioner.

Kepuasan kerja salah satunya mempengaruhi kehadiran. Karyawan yang puas dengan pekerjaannya akan lebih jarang absen ketimbang mereka yang tidak puas dengan pekerjaan mereka. Selain itu kepuasan kerja juga terkait dengan turnover. Karyawan yang puas dengan pekerjaannya akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan mereka yang tidak puas.

 

Baca juga: Talent Management yang Bagus Tingkatkan Kepuasan Karyawan

Kedua hal ini, kehadiran dan turnover, merupakan beberapa pertimbangan yang dilakukan dalam rekrutmen dan pelatihan yang dibutuhkan untuk mengganti posisi suatu karyawan, sama halnya ketika produktifitas yang berkurang dalam melatih karyawan baru untuk bekerja sesuai standar.

Kepuasan kerja dan performa kerja merupakan hal yang saling berhubungan. Namun kenyataannya mungkin beberapa orang menyenangi dan puas dengan pekerjaan mereka namun tidak menampilkan performa kerja yang baik. Selain itu ditemukan suatu bukti yang mempengaruhi kepuasan kerja yakni, mereka yang memberikan performa baik adalah mereka yang puas pada pekerjaan mereka.

Kepuasan kerja merupakan prediktor utama terkait kehadiran dan turnover.  Manager akan disarankan untuk memperhatikan mereka yang sangat produktif namun tidak bahagia dalam melakukan pekerjaannya namun jika ia melakukan perubahan maka mereka akan kehilangan produktifitas yang tinggi . Selain itu kepuasan kerja juga diikuti dengan reward yang bernilai dan diterimanya hasil pekerjaan mereka, sehingga akan membuat kepuasan kerja karyawan meningkat.

Baca juga: Kepuasan Karyawan, Bisa Diciptakan lho…

Tags: ,