Awas, Dengan 4 Cara ini Karyawan Bisa Memanipulasi Anda

Karakter karyawan memang beragam. Ada di antaranya yang mau mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, tidak sedikit juga yang malas. Konsekuensi logisnya, mereka melakukan beberapa manipulasi untuk mengakali bosnya, sehingga ia bisa melakukan apapun yang dia suka di tempat kerja.

Berikut adalah empat cara mengelabui bos yang paling umum dilakukan oleh karyawan, seperti dirangkum dari inc.com:

1. Menyajikan pilihan bernada “tidak ada pilihan lain”

Sering kali karyawan diminta mengusulkan beberapa alternatif pilihan ketika seorang bos akan membuat sebuah keputusan. Seorang oportunis akan menyediakan beberapa pilihan yang sebenarnya dia tahu bahwa si bos hanya akan mungkin memilih satu pilihan yang sudah ia persiapkan. Seperti seorang pesulap yang meminta audience untuk memilih kartu. Pada dasarnya ia telah mempersiapkan kartu-kartu tertentu yang pasti akan dipilih audience, sebuah trik untuk membuatnya terlihat kompeten.

Salah satu contoh dari kebiasaan buruk ini adalah ketika si bos meminta karyawan menyiapkan kandidat untuk direkrut. Ia akan menyediakan tiga pilihan, yang pertama adalah temannya sendiri, kedua kandidat tidak berkualifikasi dan yang terakhir kandidat yang kompetensinya jauh di atas kriteria yang diinginkan. Bos akhirnya tidak punya pilihan lain selain temannya tersebut.

Bagaimana mengatasinya?

Jika karyawan mengajukan pilihan yang tidak sesuai kualifikasi, maka lebih baik langsung ditolak. Misalnya dengan mengatakan, “Saya menginginkan pilihan yang real, ini ada tiga pilihan, satu bisa diterima, yang lain tidak masuk akal.”

2. Pura-pura Banyak Kerjaan

Para bos atau manager mungkin pernah mengalami situasi ketika ia ingin memberikan tugas tambahan kepada karyawan, si karyawan tersebut mengaku sedang sibuk dengan tugas-tugas yang sudah ada. Bisa dengan menampilkan wajah kusut atau membawa tumpukan kertas untuk meperlihatkan bahwa ia sedang banyak kerjaan.

Karyawan, kadang tidak menyadari bahwa ia telah membuang-buang waktu untuk melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak krusial. Untuk yang demikian, sebagai bos tentu wajib membantunya keluar dari situasi tersebut. Namun, adakalanya karyawan terlihat sibuk hanya untuk berpura-pura.

Bagaimana mengatasinya?

Daripada menebak-nebak apakah dia pura-pura sibuk atau benar-benar sibuk, lebih baik kita langsung mengarahkannya untuk total mengerjakan tugas yang lebih penting. Sebagai bos, kita bisa mengatakan, “Untuk saat ini, pekerjaan yang sudah ada dihentikan dulu, kita akan mengerjakan tugas baru yang lebih penting dan mendesak.”

3. Menyembunyikan Informasi Negatif

Ketika membuat laporan kepada bos, karyawan-karyawan tertentu tidak ingin si bos memperhatikan kecacatan kinerja atau hal negatif lainnya. Namun, mereka juga tidak ingin dituduh menyembunyikan fakta. Solusinya adalah, mereka menuliskan laporan dengan fakta-fakta negatif dipaparkan di paragraf-paragraf akhir, tetapi bukan paragraf terakhir. Tak jarang mereka juga menggunakan kata-kata yang berbelit sehingga makna aslinya tidak tersampaikan.

Bagaimana mengatasinya?

Ketika menerima laporan dari karyawan dan merasakan ada kejanggalan, segeralah klik menuju akhir laporan. Lalu baca beberapa paragraf sebelum akhir laporan, biasanya di sanalah karyawan menyembunyikan “tulang dari ikan” atau fakta negatif dari kinerja. Jika karyawan mencoba memanipulasi dengan permainan kata, mintalah mereka untuk mempertegas maknanya, sampaikan bahwa isi laporan tersebut penting untuk pengambilan keputusan dan konsekuensinya akan menjadi tanggung jawab penulis laporan.

4. Mengalihkan Topik Rapat

Topik meeting terkadang membuat karyawan enggan hadir dalam meeting tersebut. Misalnya saja rapat mengenai review project. Jika kinerjanya kurang bagus, karyawan tertentu akan memilih untuk mengalihkan topik tersebut, salah satu caranya adalah dengan memunculkan isu baru yang diperkirakan akan lebih menarik perhatian si bos.

Bagaimana mengatasinya?

Daripada terdistraksi dengan isu baru yang mungkin tidak terlalu mendesak, penting bagi bos untuk menyiapkan agenda rapat. Sehingga, ketika karyawan usil mencoba mengalihkan perhatian, ia tahu betul mana yang akan menjadi prioritas, tidak akan kehilangan konsentrasi dan misi awal tetap jalan.

 

 

Tags: , ,