Jika Perekrut Bertanya, “Berapa Gaji Terakhir Anda?”

money-501613_640

Tentunya sangat menyenangkan ketika Anda mendapatkan panggilan kerja dari tim rekruter perusahaan setelah beberapa waktu lamanya Anda memasukkan surat lamaran kerja. Perasaan senang dan lega muncul pada saat yang bersamaan. Namun, setelah itu, Anda akan dihadapkan kepada satu pertanyaan yang bagi sebagian orang cukup gamang untuk menjawabnya; “Berapa gaji yang Anda dapatkan sebelumnya?”

money-501613_640

Pertanyaan mengenai gaji seseorang sebetulnya cukup pribadi dan intrusif jika ditanyakan. Dan apabila dipikir-pikir lagi, rekruter pun tidak akan memberi tahu Anda berapa gaji yang mereka berikan kepada karyawan sebelum Anda. Mereka akan mengatakan bahwa hal itu sifatnya konfidensial. Jadi apa salahnya jika kita pun juga membuat informasi tentang gaji kita tersebut konfidensial?

Baca juga: Gaji, Hal Tabu untuk Dibahas di Kantor

Pada dasarnya, alasan mereka bertanya mengenai gaji sebelumnya adalah karena mereka tidak ingin menggaji Anda lebih dari yang seharusnya. Katakanlah mereka menganggarkan gaji karyawan baru 5 juta, dan mereka tahu bahwa gaji Anda sebelumnya hanya 4 juta, maka mereka akan memberikan penawaran 4,5 juta atau kurang dari 5 juta. Mereka berasumsi bahwa Anda akan cukup puas dengan kenaikan gaji, meskipun itu kecil sekali peningkatannya.

Ketika Anda sudah menyebutkan gaji terakhir Anda, itu berarti Anda sudah kehilangan kesempatan untuk bernegosiasi. Setelah itu, bisa jadi rekruter akan sedikit memaksa dengan berkata, “Kami butuh informasi tersebut.”

Padahal hal tersebut tidak masuk akal. Mereka tidak perlu tahu berapa gaji kita sebelumnya, yang mereka perlu tahu adalah berapa ekpektasi gaji yang kita inginkan.

Baca juga: Survey Glassdoor: 35% Pekerja Minta Naik Gaji

Seorang rekruter bisa juga berkata, “Lalu bagaimana jika Anda meminta lima juta sedang keterampilan Anda sebetulnya hanya bernilai empat juta?” Pertanyaan ini juga tidak wajar karena jelas sekali bahwa ia ingin menilai kita dari seberapa besar perusahaan lain membayar kita. Padahal, sebagai seorang rekruter seharusnya ia bisa menerka berapa ”harga” kita hanya dengan mengobrol sedikitnya 20 menit.

Jadi ketika suatu saat Anda mendapatkan telepon dari perekrut dan bertanya gaji terakhir Anda, maka jawablah, “Maaf, tapi rasanya setiap perusahaan juga enggan ditanya berapa besar ia menggaji karyawannya. Itu konfidensial, dan bagi saya pun demikian.”

Kemudian jika ia tetap mengotot, sampaikan saja, “Saya mengerti maksud Anda, tetapi yang saya dapat sampaikan adalah saya berharap untuk mendapatkan gaji kisaran angka sekian juta. Apakah jumlah itu masuk dalam anggaran perusahaan Anda?”

Seandainya dengan penawaran tersebut mereka mengatakan akan mempertimbangkan dan menelpon kembali, bersantailah dan biarkan mereka memilih. Biasanya, ketika sudah memilih Anda, mereka sudah merasa mendapatkan orang yang tepat dan tidak lantas begitu saja mencari kandidat lain. (*)