Jangan Biarkan Karyawan Anda Melewatkan Liburannya

Liburan biasanya menjadi saat yang ditunggu-tunggu karyawan, karena setumpuk tugas yang biasanya dikerjakan akan tergantikan dengan waktu santai bersama keluarga atau teman. Namun sering kita jumpai, beberapa karyawan malah melewatkan waktu liburan yang sudah diberikan perusahaan. Pastinya hal ini akan berdampak buruk bagi karyawan dan perusahaan itu sendiri.

Menurut Margaret Heffernan yang dilansir dari Inc.com, rata-rata pekerja di Amerika dan Eropa membiarkan kehilangan waktu liburan mereka. Bahkan di Amerika, beberapa karyawan rela mengorbankan waktu liburan mereka untuk dialokasikan ke pekerjaan mereka, walaupun sebenarnya mereka tidak dibayar. Sebagai atasan, persoalan ini akan menjadi buruk bila Anda membiarkan hal itu terus terjadi.

Untuk mencegahnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami mengapa mereka tidak mau menggunakan waktu liburan mereka.

Coba kita kaji satu persatu, apa saja ketakutan karyawan sehingga mereka tidak mengambil waktu liburannya. Kemungkinan utama yaitu di era ekonomi seperti saat ini, mereka khawatir perusahaan akan melupakan mereka dan kurang memprioritaskan mereka saat kembali bekerja. Kecemasan yang lain jika mereka mengambil waktu liburnya, maka rekan-rekan  kerja yang lain akan mempunyai kesempatan untuk menunjukkan performa mereka di depan atasan mereka, dan “mencuri” pekerjaan yang mereka lakukan selama ini. Mereka juga mencemaskan saat mereka tidak ada, terjadi perubahan sistem di mana mereka tidak bisa melindunginya. Dan banyak yang takut dengan mengambil liburan akan dianggap kurang serius dan komitmen.

Alasan yang lebih masuk akal di antaranya mereka tidak mau menghabiskan uang untuk berlibur atau mereka menganggap liburan adalah sesuatu yang asing bagi mereka dan mereka tidak tahu harus melakukan apa saat liburan.

Tapi tidak satu pun alasan-alasan tersebut berpengaruh. Jika satu atau dua minggu ketidakhadiran membuat karyawan menjadi tidak penting, maka yang lain sudah mengetahuinya sekarang. Pada kebanyakan perusahaan, semua orang sudah memiliki terlalu banyak tugas sehingga kesempatan bagi seseorang mengambil pekerjaan orang lain adalah hampir tidak mungkin. Dan jika sebuah sistem pekerjaan memang dirancang untuk berubah, maka kehadiran karyawan untuk mempertahankan sistem tersebut agar tidak berubah, tidaklah membawa pengaruh apa-apa. Jadilah orang pertama yang memberitahu hal ini kepada karyawan Anda.

Orang diberikan liburan bukanlah karena kebaikan perusahaan, tapi karena kepentingan perusahaan itu sendiri. Perusahaan memerlukan pekerja yang bisa beristirahat dan cukup segar untuk bekerja dengan baik. Pertimbangkan proses penyebab kelelahan. Setelah 24 jam kurang tidur, pasokan glukosa ke otak akan berkurang sebanyak 6%. Kehilangan tersebut tidaklah merata di seluruh bagian otak. Ketika thalamus bekerja terus-menerus untuk membuat Anda terjaga, parietal lobe dan prefrontal cortex akan kehilangan 12% – 14% glukosa. Dan bagian tersebut adalah bagian yang paling dibutuhkan saat berpikir untuk membedakan ide, kontrol sosial, dan kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang buruk.

Dengan kata lain, semakin lelah karyawan Anda, mereka akan semakin tidak bisa mengatur diri mereka sendiri dan tidak bisa berpikir kritis. Bahkan saking lelahnya mereka, sampai mereka tidak melihat betapa mereka butuh istirahat.

Menghemat uang adalah sebuah hal yang bijaksana, tapi kita selalu menemukan istirahat terbaik kita di rumah. Lagipula kita sudah banyak menghabiskan energi untuk mendapatkannya dan kita jarang bisa menikmatinya ketika sedang bekerja. Dengan mengambil liburan akan membuat kita ingat bahwa masih ada banyak hal menarik bagi kita di luar pekerjaan. Karyawan Anda akan menyadari hal ini juga jika mereka menggunakan waktu libur mereka.

Jadi sebagai pimpinan, pastikan orang yang bekerja untuk Anda menggunakan hari mereka sebaik mungkin, termasuk hari libur mereka.

Tags: ,