Ini Obat Penawar Bagi Kaum Procrastinator

businessmen-530331_640

Salah satu pembunuh produktivitas seseorang adalah procrastination atau penundaan. Hampir semua orang pernah menjadi seorang procrastinator atau penunda, mereka menunda melakukan suatu pekerjaan kemudian meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Kejadian itu berlangsung berulang kali hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengerjakan semuanya setelah mendekati deadline dan tingkat stress kita pun akan semakin besar.

businessmen-530331_640

(Sumber image: pixabaycom)

Memanglah sangat wajar apabila kita begitu mudah terdistraksi oleh email masuk, pesan di ponsel atau bahkan status updates dari teman-teman di Facebook. Yang sering terjadi adalah mereka meninggalkan pekerjaan utama kita dan menunda sesuatu yang sebetulnya tidak terelakkan. Hal ini tentunya sangat merugikan kita karena dengan tingkat stress yang tinggi dan waktu yang sempit, kita tidak bisa mengerahkan kemampuan terbaik untuk menyelesaikan tugas kita.

Baca juga: 10 Tanda Tim Anda Tidak Produktif

Lalu sebetulnya, apa yang membuat orang cenderung menunda-nunda pekerjaannya?

James Caan, salah seorang influencer LinkedIn mencari jawabannya dengan meriset orang-orang di sekitarnya. Meskipun jawabannya berbeda-beda, dari penyelidikannya tersebut, ia menemukan benang merah bahwa penundaan ini disebabkan oleh kurangnya motivasi.

Semua orang setuju dengan alasan tersebut.  Jika Anda merasa senang dan termotivasi dengan pekerjaan Anda tetapi saat memulainya pikiran Anda berada di tempat lain, tentunya ada sesuatu yang salah.

Tempat kerja yang kondusif dalam menciptakan motivasi terhadap para karyawan sangat membantu untuk mengurangi penundaan ini. Oleh karena itu, sebagai manajer tentunya kita harus selalu memastikan bahwa anak buah tidak hanya berhenti pada memiliki sebuah rencana hebat, tetapi semangat yang tinggi untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Baca juga: Waktu Kerja yang Fleksibel,  Membuat Pekerjaan Lebih Produktif dan Puas

James memberikan beberapa tips bagi kita untuk mengurangi kebiasaan menunda tersebut, seperti diulas dalam pulsecom. Yakni:

1. Daftar, daftar, daftar!

Daftar kegiatan (to-do list) bagi sebagian besar orang adalah satu alat yang ampuh untuk menghindari penundaan. Selain membantu pembuatnya untuk tidak membuang-buang waktu, to-do list juga memberikan kepuasan batin bagi mereka saat menyilang/menyoret pekerjaan yang telah selesai dikerjakan.

Seandainya dalam daftar pada satu hari ada 5 tugas yang harus diselesaikan, mereka cenderung akan berkomitmen sehingga pantang untuk meneruskan yang tidak terselesaikan pada hari berikutnya. Oleh sebab itu, buatlah daftar kegiatan jika Anda ingin kehidupan Anda lebih terorganisasi.

2. Just Do It!

Sekarang Anda telah memiliki to-do list. Daftar Anda mungkin lebih mudah dikerjakan daripada milik orang lain atau sebaliknya. Dalam to-do list, orang-orang cenderung meletakkan tugas-tugas yang ringan pada baris pertama, kemudian diikuti dengan yang lebih berat.

Padahal akan lebih baik jika susunan tersebut dibalik. Meskipun terdengar klise, kita memang harus menyelesaikan yang sulit terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan yang mudah.

Apabila pekerjaan yang mudah diprioritaskan, hal itu justru akan menyita fokus kita sehingga waktu kita terbuang untuk sesuatu yang sebenarnya bisa kita lakukan sebentar saja. Sedangkan apabila pekerjaan yang sulit selesai terlebih dahulu, kepuasan akan tercipta karena beban berat sudah hilang dan Anda memiliki energi tambahan sehingga pekerjaan yang mudah-mudah bisa selesai dengan lebih cepat.

3. Miliki Waktu untuk Beristirahat

Langkah ini mungkin justru terdengar seperti kebiasaan orang-orang yang suka menunda. Namun, jangan salah, jika dilakukan dengan benar, memberi diri sendiri kesempatan untuk beristirahat justru akan meningkatkan produktivitas.

Misalnya di sela-sela pekerjaan dalam to-do list, kita selipkan 30 menit hingga 1 jam untuk beristirahat minum kopi atau teh hangat. Dengan memberikan “traktiran” pada diri sendiri, akan muncul perasaan dari dalam hati bahwa sudah seharusnya kerja keras itu dibalas dengan kenikmatan.

Istirahat juga akan membantu otak kita untuk tidak berpikir overload. Dampaknya tentunya sangat positif yakni bisa lebih rileks dan fokus ketika melanjutkan tugas setelah break. (*)

Tags: , , , , , , , , , , ,