Ini Dia, 5 Cara Optimalkan Pekerja Telecommuting

ipad-649499_640

Meskipun seandainya saat ini Anda belum memiliki karyawan yang harus bekerja dari rumah, kemungkinan untuk itu tetap ada di masa mendatang dalam waktu dekat. Berkaca dari Amerika, jumlah pelaku telecommuting ini telah mencapai 3.3 juta orang dan diperkirakan akan meningkat jumlahnya di tahun-tahun mendatang.

ipad-649499_640

(Sumber image: pixabaycom)

Menurut sebuah riset, sebanyak 87% responden yang terdiri dari para praktisi HR percaya bahwa skema telecommuting mampu memberikan kepuasan kepada karyawan. Sedangkan 70% dari responden mengaku akan menggunakan telecommuting sebagai alat rekrutmen dan retensi karyawan. Namun, di antara beberapa keunggulan tersebut, 70% responden percaya bahwa telecommuting hanya akan berjalan dengan baik apabila komunikasi antara pekerja dengan pemberi kerja berjalan dengan baik.

Baca juga: Bagaimana Mengatur Karyawan yang Bekerja dari Rumah

Sedangkan dari sisi pekerja, mereka menginginkan bekerja di rumah karena dengan begitu mereka bisa menghemat biaya transportasi ke kantor dan juga memperoleh fleksibilitas untuk mengatur waktunya sendiri. Selain itu, telecommuting secara tidak langsung juga mengesankan bahwa perusahaan memberikan kepercayaan penuh kepada karyawan.

Terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh oleh manajemen dan manajer HR agar telecommuting membuahkan hasil yang optimal. Dilansir dari inccom, berikut adalah langkah-langkah tersebut.

1. Video Call.

Masalah umum yang muncul dalam telecommuting adalah menjadi berkurangnya komunikasi face to face antara karyawan dan pemberi kerja. Oleh karena itu, untuk menstimulasi adanya interaksi, perusahaan dapat melakukan video call misalnya dengan menggunakan Google Hangout, Skype atau aplikasi lainnya.

Video conference tersebut memungkinkan Anda sebagai manajer HR untuk melihat ekspresi wajah dari pekerja. Dari gambaran wajah dan ekspresi tersebut, Anda dapat menganalisis kondisi perasaan (feeling) mereka, apakah workload mereka berlebihan dan apakah mereka menemui hambatan. Selain itu, Anda juga dapat mendengar suaranya yang dapat menjadi petunjuk apakah karyawan tersebut masih engage atau tidak.

2. Prioritas Kerja.

Salah satu harapan dari manager HR untuk pekerjanya yang bekerja dari rumah adalah kemampuan mereka dalam memprioritaskan pekerjaan. Keberhasilan para pekerja telecommuting dalam membuat prioritas pun tak lepas dari peran managernya. Oleh karena itu, manajer HR harus selalu berkomunikasi memberikan penjelasan tentang apa yang menjadi goal utama perusahaan dan membantu mereka menyusun prioritas kerja. Lakukan rapat seminggu sekali bersama dengan keseluruhan tim untuk melakukan update perkembangan (progress), kesulitan dan peluang dari masing-masing pekerja telecommuting.

3. Daftar Target.

Agar pekerja telecommuting dapat bekerja sesuai target, sebagai manager, Anda perlu membuat daftar target mingguan, bulanan dan tiga bulanan (quarter). Buat daftar tersebut di Shared Google Calendar sehingga semua pekerja dapat mengaksesnya. Daftar ini membuat penugasan dan pencapaian menjadi lebih transparan dan setiap orang dapat melihat akuntabilitas tiap-tiap pekerja di perusahaan yang melakukan skema “bekerja dari rumah”.

Baca juga: Dear Yahoo, Ini Bukti Bekerja Dari Rumah “Works”

4. Pengembangan Karir.

Menjaga hubungan yang sehat dengan pekerja telecommuting, perusahaan harusnya bisa membuat mereka menjadi engage, merasa memiliki. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan karirnya.

Jadi, selain memberikan proyek-proyek baru kepada mereka, bantulah mereka untuk mengembangkan diri, misalnya saja dengan mengikutkan mereka pada training-training. Carilah sumber-sumber training yang terjangkau bagi perusahaan atau bisa juga memanfaatkan jaringan professional di mana perusahaan terlibat dalam jaringan tersebut.

5. Kuasai Teknologi Pendukung.

Salah satu penentu keberhasilan telecommuting adalah penggunaan teknologi pendukung. Beberapa teknologi seperti Dropbox untuk berbagi file, Basecamp untuk kolaborasi, RescueTime untuk manajemen waktu dan sebagainya, bisa menjadi alternatif yang dapat digunakan dalam implementasi telecommuting. Nah, untuk mengarahkan tim, pastikan bahwa penggunaan teknologi tersebut bukan hanya berupa sarana tetapi jadikan sebuah aturan yang wajib dipenuhi oleh setiap pekerja telecommuting. (*)

Tags: , , , , ,