Ini 7 Posisi Penting yang Harus Direkrut Duluan

Biasanya, usaha kecil dimulai dari kiprah satu orang, yang merupakan pendiri atau pemilik usaha. Dengan begitu, semua urusan yang menyangkut usaha tersebut ia sendiri yang menangani. Di satu waktu ia harus menelpon klien, di saat yang lain ia perlu membuat ikhtisar keuangan dan rencana pendanaan.

Setelah usaha berjalan dan perlu melakukan ekspansi, pemilik perusahaan tersebut harus memikirkan cara untuk menambah karyawan. Karyawan baru tersebut selain akan membuatnya lebih fokus juga menjadi komponen positif bagi pertumbuhan usaha meskipun itu juga berarti penambahan biaya.

“Bisnis kecil perlu dimulai dengan satu set pengurus atau karyawan inti agar bisa memperkokoh posisinya di dunia bisnis. Itu artinya, usaha tersebut sudah harus memiliki target skala bisnisnya dengan formasi pengurus inti yang akan direkrut,” ungkap Josh Tolan, CEO Spark Hire, sebuah perusahaan rekrutmen online global.

Baca juga: Usaha Kecil Sukses, Haruskah Membentuk Badan Usaha?

Dikutip dari Mashable.com, berikut adalah tim inti yang harus direkrut lebih dahulu oleh sebuah bisnis kecil:

1. Manajer Produk

Seorang manajer produk yang dimaksud adalah seseorang yang ahli mengenai produk, menguasai product knowledge, mampu mendemonstrasikan kepada konsumen, mengerti bagaimana produk dibuat dan cara menjual produk tersebut. Tentunya seorang owner juga perlu menaruh perhatian tentang produk yang ia jual, hanya saja, seorang manajer produk ini lebih fokus dan detail memperhatikan keinginan konsumen.

“Produk adalah bagian yang sangat krusial dalam sebuah bisnis dan bahkan karena produklah sebuah bisnis itu ada. Inilah mengapa diperlukan seseorang yang bertugas memberikan nilai tambah pada produk yang ditawarkan kepada konsumen,” ungkap Mike Pugh, Marketing Vice President pada j2 Global, sebuah perusahaan global penyedia layanan management bisnis berbasis teknologi cloud.

2. Ahli Pemasaran

Ketika sebuah bisnis sudah tahu apa yang ingin mereka jual, kandidat selanjutnya yang harus dicari adalah ahli marketing (marketing generalist). Seseorang yang paham cara menyasar konsumen dan mengerti bagaimana membuat target konsumen tersebut tertarik untuk membeli produknya. Meskipun nantinya hal itu akan menjadi tugas seluruh personil dalam organisasi, sebuah bisnis tetap memerlukan seseorang yang fasih memasarkan barang melalui berbagai media, mulai dari iklan TV hingga sosial media dan juga cekatan ketika harus mencoba strategi lain jika strategi sebelumnya gagal.

“Orang yang tepat mengisi posisi ini adalah mereka yang bisa menerjemahkan visi perusahaaan ke dalam kata-kata, gambar maupun pesan yang ditularkan kepada calon konsumen,” ujar Pugh.

Ketika sosok marketing manager telah ditemukan, pemilik usaha tidak boleh lupa untuk dengan jelas memberikan arahan dan memaparkan rencana pemasaran kepada si manajer tersebut. Karena tanpa pedoman yang jelas, seorang marketer handal pun seperti layaknya menembak target dalam kegelapan, sia-sia.

Dalam mencari talent, usaha kecil tidak bisa seleluasa perusahaan yang sudah mapan. Kebanyakan marketer profesional yang berasal dari sekolah bonafid biasanya tidak mau bekerja untuk perusahaan kecil. Untuk tetap mendapatkan kandidat yang berkualitas, usaha kecil bisa melacak kemampuan kandidat dengan melihat performanya di perusahaan sebelumnya.

“Merekrut untuk usaha kecil memang  harus open-minded. Untuk perusahaan saya sendiri, saya memilih orang-orang yang terorganisir, disiplin, pemikir cepat dan bisa meng-handle apapun yang saya lempar ke mereka,” ungkap Mary Ellen Slayter, career expert di Monster.

3. Sales Representative

Beres dengan urusan produk dan rencana pemasaran, sebuah bisnis kecil bisa manambah awak yakni seorang tenaga penjualan (sales representative). Cara merekrutnya pun tidak boleh tergesa. Untuk awal-awal, rekrut satu atau dua orang dan lihat kinerjanya. Jika perkembangannya positif, itu artinya kita bisa merekrut orang lagi. Pasalnya, merekrut yang tidak perlu bagi usaha kecil bisa menjadi sangat berisiko.

Sales representative bisa dikatakan sebagai komponen perusahaan yang mahal. Sehingga pastikan kita tidak merekrut terlalu banyak personil ini jika memang belum memiliki banyak konsumen, pasar atau proyek potensial yang akan dibidik. Mudahnya, di dalam sebuah tim seharusnya ada seseorang yang mampu menjual dan orang lain yang bisa menuntaskan penjualan tersebut,” jelas Patrick Clark, co-founder Hyrell, sebuah perusahaan software untuk manajemen rekrutmen.

4. Customer Relation Representative

Beberapa usaha kecil berhemat dengan meniadakan fungsi customer relation dalam jajaran tim mereka. Keluhan, pertanyaan dan testimoni apapun dari konsumen mereka bahas ketika ada waktu luang. Konsekuensinya, banyak sekali klien yang akhirnya merasa tidak dipedulikan.

“Biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan satu konsumen baru lebih besar daripada yang harus dikeluarkan untuk mempertahankan konsumen lama,” ungkap Clark.

Itulah mengapa, setelah sebuah bisnis mampu memproduksi produk secara masal, kandidat customer relation perlu segera dicari.

5. Analis Pengembangan Bisnis (Business Development) atau Finasial

Seiring dengan perkembangan usaha kecil dan perjalanan bisnis mulai menanjak, pemilik bisnis perlu mempertimbangkan untuk merekrut seorang dengan pemikiran analitis Dengan berbagai data, ia bisa menyusun strategi kompensasi tim sales/marketing untuk meningkatkan penjualan, atau menyusun strategi penghematan biaya untuk hasil yang maksimal.

“Posisi ini bisa jadi seseorang yang ahli dalam angka, mampu merancang investasi yang potensial bagi perusahaan. Atau seorang analis pemasaran yang ahli mengolah data dan informasi untuk mengembangkan bisnis,” ungkap Sumona Banerjee, direktur pemasaran produk dari Simply Hired.

6. Profesional Sumber Daya Manusia

Ketika memutuskan untuk membangun sebuah bisnis, founder biasanya dihadapkan pada dilema mengenai siapa saja yang akan dibawa masuk ke bisnis tersebut. Namun, akan sangat tidak masuk akal jika dalam formasi tim yang jumlahnya tak lebih dari tiga orang kita merekrut HR professional.

Apabila bisnis sudah mulai bertumbuh dan urusan rekrutmen menjadi semakin kompleks, tenaga HRD perlu direkrut. Tugasnya bukan hanya mencari tambahan tim, tetapi juga merancang kompensi dan benefit untuk seluruh karyawan.

7. Akuntan

Hal-hal yang berbau akuntansi, pembuatan laporan dan administrasi juga tidak seharusnya mengambil alih konsentrasi pemilik usaha. Dengan begitu, waktu yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih strategis dalam pembangunan bisnis. Untuk posisi ini, perusahaan dapat merekrut karyawan tetap atau bahkan memasukkan pekerja part-time.

Karyawan di departemen ini penting karena selain membantu audit data, mereka juga diperlukan untuk membuat laporan keuangan yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh departemen lain.

Baca juga: 10 Tips Rekrutmen untuk Perusahaan Kecil

Tags: