Infografik: Kebijakan Cuti Melahirkan di Beberapa Negara

infografik

Menjadi ibu merupakan pekerjaan mulia. Naluri ibu untuk menjaga anak-anaknya hingga besar pasti sangat kuat, namun bagaimana bila sang ibu bekerja dan berkarir? Kabar baiknya telah banyak perusahaan-perusahaan yang memberikan beberapa penawaran menarik guna mengurangi beban para ibu bekerja.

Workingmother.com dan NAFE (National Association for Female Executives) mengumpulkan daftar 50 perusahaan terbaik untuk wanita eksekutif yang menghormati para ibu bekerja. Perusahaan tersebut menawarkan beberapa benefit untuk para ibu yang kembali bekerja setelah cuti hamil, di antaranya:

1. Bekerja secara telecommuting (dari jarak jauh atau dari rumah)

2. Bekerja secara paruh waktu dengan bayaran full

3. Memberikan cuti melahirkan dan digaji penuh

4. Asuransi kesehatan, penanggungan biaya dokter, obat hingga unit gawat darurat

5. Penitipan anak, yang disediakan di kantor atau ditanggung biayanya oleh perusahaan

Sementara menurut studi ABS, kebanyakan wanita bekerja tidak mengurus anak. Karena masih banyak perusahaan yang menyikapi keadaan tersebut dengan ‘family friendly’ dan menggantungkannya dengan persamaan gender, terang itu masih sangat kuno. Sehingga rata-rata wanita bekerja adalah mereka yang tidak mempunyai anak di bawah 18 tahun.

Seperti dilansir Optimiss Consulting dimana 53% pekerja paruh waktu tidak memiliki anak di bawah 12 tahun. 79% pekerja penuh waktu tidak mempunyai anak di bawah 12 tahun dan 64% pekerja penuh waktu tidak mempunyai anak di bawah 18 tahun.

Yang menarik lainnya adalah melihat berbagai kebijakan cuti untuk para ibu di beberapa negara. Seperti di Arab Saudi, mereka memberikan waktu cuti sebanyak 70 hari dan hanya membayar 50% gaji. Sementara di China 90 hari dan gaji dibayarkan penuh, begitu juga di Indonesia yang rata-rata menerapkan cuti 3 bulan dengan gaji full. Inggris yang memberikan waktu cuti paling lama yaitu 280 hari dengan 90% gaji. Berikut infografik yang kami kutip dari hcamag.com:

Tags: