HR Brunch Microsoft Tech Days, Dekatkan HR dengan Teknologi

marta jonathan

Teknologi merupakan bagian yang sudah tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan kita sehari-hari. Siapa di antara kita yang tidak memiliki ponsel, sebagian besar bahkan memiliki dua ponsel atau lebih, sebagian di antara itu adalah smart phones. Dengan smart phones ini internet bukan lagi sesuatu yang high tech, namun sudah menjadi sesuatu yang awam.

Perubahan tren ini perlu dipahami oleh HR karena hal ini menimbulkan banyak implikasi di tempat kerja seperti perubahan cara berkomunikasi, cara engage dengan karyawan, dan sebagainya. Untuk itulah hari ini digelar roundtable discussion yang diberi judul “Enterprise Social Agenda, Transforming the way we work” yang menjadi salah satu bagian dalam rangkaian acara dua hari Microsoft Tech Days (23-24 Oktober 2013) di Balai Kartini Jakarta.

Acara yang merupakan kerjasama Microsoft Indonesia dengan PortalHR ini dibuka oleh Krisbiyanto, Senior Partner PortalHR.com. Kris mengetengahkan fakta bahwa baru terjadi saat ini ketika dalam suatu organisasi terdapat 3 generasi berbeda, bahkan ada yang 4 generasi. Keempat generasi ini memiliki gaya berkomunikasi yang berbeda-beda, yang disimpulkan dengan: Generasi Senior: “Write me”, Baby Boomer: “Call me”, Gen X: “Email me”, dan Gen Y “Text me”.

Namun bertentangan dengan anggapan orang-orang pada umumnya, Josef Bataona, Direktur SDM Indofood tidak membenarkan pernyataan bahwa para petinggi perusahaan biasanya gagap teknologi (gaptek). “Pernyataan bahwa para petinggi biasanya gaptek itu tidak benar. Banyak di antara mereka yang sangat excited dengan teknologi.

Teknologi tidak menggantikan Human touch


Josef sebagai Keynote Speakers dalam acara ini menambahkan, penting bagi HR untuk menjadi terbiasa dengan teknologi serta social media secara khususnya. “Bayangkan orang HR yang tidak mengerti social media lalu diminta membuat kebijakan tentang social media. Yang terjadi adalah, mereka melarang penggunaan social media tersebut oleh karyawan,” ujar Josef.

Padahal, apabila digunakan dengan tepat, social media ini sangat bermanfaat bagi kepentingan perusahaan. Misalnya saja, Josef mencontohkan penggunaan social media di tiga perusahaan tempat ia pernah bekerja. Secara langsung maupun tidak langsung, penggunaan social media dapat meningkatkan engagement bahkan produktivitas karyawan. “Karyawan juga dapat dioptimalkan menjadi ambassador perusahaan di social media,” ungkap Josef yang aktif di Twitter, Instagram, dan blog.

Namun dalam penggunaan teknologi ini tetap perlu diperhatikan adalah bahwa teknologi tidak menghilangkan sentuhan personal atau human touch sama sekali. “Teknologi jangan sampai menjauhkan manusia, justru dengan teknologi akan meningkatkan human touch,” tegas tokoh HR yang sudah menulis lebih dari 200 artikel di blognya josefbataona.com.

Peran Leader Krusial

Dalam implementasi teknologi apa pun, menurut Josef, peran leader adalah sangat krusial. Leader juga akan mendorong budaya dan change management dalam perusahaan. Seringkali implementasi suatu system atau suatu perubahan dalam organisasi menghadapi hambatan apabila tidak didukung oleh leader.

Sebagai penutup acara itu Marta Jonathan, HR Director Microsoft Indonesia menyimpulkan bahwa social media bukan hanya suatu tren yang nice to have saja. Tren digital ini apabila digunakan dengan tepat dapat memberi dampak pada bisnis, contohnya meningkatkan produktivitas karyawan. (*/@mei168)

Search di Twitter: #HRBrunch #idTechdays

 

Tags: , ,