Hindari 3 Kata Berbahaya ini di Kantor

Tiga kata yang dimaksud adalah “Not my Job” atau “Bukan tugas Saya”.

Jika Anda sebagai manajer mendengar tiga kata tersebut terucap dari mulut karyawan Anda, maka ada sebuah potensi yang akan merusak iklim usaha Anda. Terlebih jika Anda lengah dan membiarkan kata-kata tersebut menyebar di dalam kantor. Mengapa demikian?

Karena kata-kata tersebut menyiratkan ketiadaan rasa bangga terhadap perusahaan dan hal itu berkonsekuensi logis dengan lemahnya tanggung jawab terhadap pekerjaan. Bahkan, jika kita membiarkan hal ini terus terjadi, suatu hari kita harus selalu melakukan sendiri untuk hal-hal sepele semisal mengambil bungkus permen karet di lantai. Tidak ada orang lain yang peduli karena merasa itu bukan tugas mereka.

Jika Anda mencium gelagat bahwa kebiasaan buruk tersebut tercium di perusahaan Anda, segeralah mengambil tindakan. Berikut adalah beberapa caranya, seperti dikutip dari inc.com:

1. Bangun situasinya

Langkah pertama untuk membudayakan kepedulian adalah dengan menciptakan iklimnya. Penting bagi kita untuk memberikan contoh kepada anak buah tentang bagaimana bersikap ketika berhadapan dengan pekerjaan yang sifatnya suka rela. Bagaimanapun juga, kecenderungan orang akan lebih senang melakukan apa yang sudah orang contohkan daripada yang orang katakan. Jadi luangkan energi, singsingkan lengan baju dan lakukan apa yang bisa Anda selesaikan. Tidak perlu mempermasalahkan ini tugas siapa.

Baca juga: Infografik: 7 Cara membuat lingkungan kerja yang baik

2. Perintahkan, tetapi juga ajari mereka

Ada baiknya kita menetapkan ekspektasi kepada karyawan di perusahaan sehingga mereka tahu apa yang perusahaan harapkan dari mereka. Tetapi, menetapkan ekspektasi saja tidak cukup. Lebih lanjut, kita perlu memberikan informasi dan pembinaan terkait konten yang dari harapan yang disematkan tersebut.

3. Tetaplah terlibat

Bagian paling krusial dari peran seorang pemimpin adalah kehadiran dan keterlibatan mereka di tengah-tengah tim ketika menjalankan suatu proyek. Sehubungan dengan hal ini, seharusnya setelah aturan disusun, jangan begitu saja lepas dari aturan tersebut. Terlibatlah untuk mematuhi dan mengawasi peraturan yang telah ditetapkan tersebut. Tunjukkan komitmen dan konsistensi Anda di hadapan bawahan sehingga mereka akan respek kepada Anda.

4. Konsisten

Sampaikan apa yang Anda lakukan dan lakukan yang Anda telah sampaikan. Konsistensi merupakan bentuk dari keadilan yang Anda ciptakan. Rasa adil tersebut akan berdampak pada kepercayaan. Bagaimanapun juga, anak buah Anda harus percaya bahwa Anda memang adil dan dapat dipercaya. Dan kedua hal tersebut biasanya akan digeneralisasi dari track record Anda. Jika Anda terbiasa tidak fokus dan tidak menepati apa yang Anda katakan, sedikit sekali kemungkinan bagi mereka untuk dapat mempercayai Anda.

5. Pertegas Pesan yang ingin Anda sampaikan

Komunikasi menjadi aspek yang tidak dapat ditinggalkan ketika berbicara mengenai kepededulian dan rasa memiliki ini. Sebagi seorang pemimpin, pastikan bahwa komunikasi berjalan lancar. Buatlah situasi di mana komunikasi dua arah berjalan lancar. Terimalah dengan pikiran terbuka saran/kritik dari mereka dan teruslah memberikan feedback atas saran atau masukan tersebut. Anak buah kalian tentunya perlu tahu bahwa Anda ada untuk mereka dan peduli dengannya.

Dari berbagai upaya tersebut, kita dapat merangkum bahwa budaya peduli dan rasa memiliki dapat diinisiasi dari seorang pemimpin. Adalah tugas Anda sebagai leader untuk membudayakan hal tersebut di perusahaan. Untuk itu, jadilah seorang pemimpin yang memang ingin Anda jadikan panutan seandainya Anda menjadi bawahan. Tunjukkan kebanggaan terhadap apa yang Anda kerjakan saat ini, maka anak buah Anda akan mengikuti dengan tanpa paksaan.

Baca juga: Bagaimana bertahan dalam lingkungan kerja yang represif

Tags: