High Performers atau Workaholic, yang Manakah Anda?

Terdapat perbedaan yang cukup tipis antara produktif dan sibuk. Adakalanya mereka yang sibuk menyangka bahwa dirinya cukup produktif. Sama halnya dengan mereka yang high-performer dan yang workaholic.

Sebelumnya, perlu Anda pahami perbedaan antara high performer dan workaholic. Mereka yang high performer, secara garis besar, bekerja keras secara kontinyu untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan workaholic merasa bahwa apa yang mereka lakukan selalu tidak pernah beres dan tujuan mereka tidak jelas.

Jullien Gordon, seorang konsultan dari New Higher, telah mengembangkan tes untuk mengetahui apakah seseorang high performer ataupun workaholic. Berikut pertanyaannya:

1. Apa target Anda?

Mereka yang high performers selalu memiliki banyak hal untuk dikerjakan setiap saatnya, namun mereka juga memiliki alasan yang cukup spesifik mengapa mereka melakukannya. Jika pekerjaan tidak selesai pada waktu yang sudah ditentukan, seorang high performer tidak akan melakukannya sendirian, namun seorang workaholic lah yang akan melakukannya.

Gordon menuliskan bahwa tujuan utama seorang high performer adalah menjalankan bisnis, dan hasil adalah yang paling penting. Jika mereka tidak bisa memenuhinya pada saat yang sama, maka mereka akan mengganti strategi untuk menyelesaikannya tepat waktu. Lalu, bagaimana mereka yang workaholic? “Tujuan utama seorang workaholic adalah menjadi orang paling sibuk. Mereka yang workaholic akan selalu merasa sibuk bekerja karena mereka akan merasa insecure jika tidak melakukan apa-apa,” ungkap Gordon.

Baca juga: Banyak Karyawan Pura-pura Workaholic

2. Apakah akan ada garis akhir?

Jika Anda terus berpikir bahwa apa yang sudah Anda capai belum cukup, maka Anda bisa termasuk ke dalam kategori workaholic. “Seorang workaholic tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa tidak puas, tidak memuaskan, tidak memiliki banyak waktu, dan sebagainya. Mereka selalu berusaha lebih dan lebih karena mereka tidak mengetahui makna sukses bagi dirinya sendiri,” jelas Gordon. “Sedangkan mereka yang high performer, tahu betul kapan mereka sukses dan tahu bagaimana cara menikmati kesuksesan mereka,” tambah Gordon.

3. Apakah Anda pernah merasa ingin menyerah?

Tidak ada hal di dunia ini yang akan berjalan sesuai dengan keinginan Anda sepanjang waktu. Seorang high performer akan menyesuaikan usahanya berdasarkan situasi. Jika memang menyerah adalah hal yang terbaik untuk dilakukan, maka ia akan melakukannya. Lain dengan mereka yang workaholic, mereka selalu melakukan dengan maksimal untuk mencapai apa yang diinginkan dengan berbagai macam cara.

4. Apakah Anda seorang yang proaktif atau reaktif?

“Seorang yang high performer sangat proaktif terkait waktu dan pekerjaan mereka. Mereka merencanakannya dengan baik dan mengaturnya dengan baik. Mereka menerima kejadian tidak terduga yang terjadi pada hari itu. Selain itu mereka juga tidak menganggap gangguan dapat mengganggu strategi mereka,” ungkap Gordon. Lain halnya dengan workaholic. Menurut Gordon, mereka yang workaholic cenderung reaktif mengenai waktu dan pekerjaan mereka. Mereka membiarkan orang lain menentukan apa yang harus mereka kerjakan pada hari itu dan sebagainya.

5. Siapa yang menentukan target Anda?

Mereka yang high performer tahu betul apa yang menurut mereka berharga. Mereka juga meraasa bahwa mereka tidak perlu menunjukkan pada orang lain jika mereka berhasil mencapai suatu target. Selain itu mereka juga cenderung tenang dan memikirkan feedback yang sekiranya akan mereka dapatkan. Sedangkan mereka yang workaholic akan merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu gagal ataupun mengecewakan.

Baca juga: Mengelola Karyawan Workaholic

Tags: ,