Hasil Studi: Bergosip di Kantor Bukan Hal Buruk

Gosip seringkali diidentikkan dengan membicarakan dan mempermalukan orang lain. Namun studi terbaru yang dilakukan oleh Standford University menunjukkan bahwa gosip memiliki fungsi lain selain untuk membicarakan dan menghakimi orang lain. Hasil studi menunjukkan bahwa gosip dapat membangun relasi sosial, menahan impuls terburuk diri kita dan mendorong diri untuk bekerja sama dan menghargai orang lain.

Anda tidak yakin dengan hasil studi tersebut? Mari kita lihat bagaimana studi tersebut dilakukan. Tim peneliti dari Stanford University meminta kepada 216 orang partisipan untuk memainkan permainan standar penelitian dimana dalam permainan tersebut partisipan diminta untuk mengambil keputusan akhir secara berkelompok. Keuntungan akan diraih jika setiap orang dalam kelompok dapat bekerja sama. Namun dengan situasi yang sudah dimodifikasi, dapat membuat setiap anggota dalam kelompok untuk ikut-ikutan dan tidak berkontribusi. Dalam studi ini, partisipan diperkenankan untuk bergosip mengenai siapa yang bermain bagus dan siapa yang bermain curang dalam permainan tersebut.

Sepanjang partisipan memainkan permainan tersebut, peneliti menemukan bahwa melalui gosip partisipan mampu mengidentifikasi dan mengetahui siapa saja yang egois,mendorong kelompok mereka untuk lebih koperatif. Hal ini juga dapat membuat mereka yang ingin berkontribusi namun merasa takut dieksploitasi lebih bebas untuk mengutarakan pendapat.

“Kelompok yang membiarkan anggota kelompoknya untuk bergosip dengan tujuan untuk mempertahankan kerja sama kelompok dan mencegah keegoisan, terlihat lebih baik dibandingkan kelompok yang tidak. Dan kelompok dapat melakukan lebih baik lagi jika mereka dapat bergosip dan mengucilkan anggota kelompok yang tidak dapat dipercaya,” lapor Matthew Freinberg, selaku co-author studi tersebut. “Kedua perilaku tersebut dapat salah diinterpretasikan, namun temuan kami menunjukkan bahwa mereka juga dapat memberikan fungsi penting bagi kelompok dan masyarakat.”

“Meskipun kerap kali dikonotasikan negatif, pasangan dari kapasitas untuk bergosip dan mengucilkan orang-orang yang tidak koperatif dalam kelompok, memiliki efek positif yakni meningkatkan kerja sama dalam kelompok,” tambah Robb Willer, profesor sosiologi yang juga seorang co-author dalam studi ini.

Apa tujuan dari hasil penelitian ini bagi para pemilik perusahaan? Willer menyarankan bahwa dengan asumsi Anda mempergunakan gosip untuk membicarakan perilaku yang buruk, Anda seharusnya tidak terlalu mempermasalahkannya. “Bayangkan suatu tempat kerja di mana performa karyawan hanya dapat dilihat oleh orang-orang dalam lingkungan tersebut dan mereka tidak dapat menyampaikan apa yang mereka lihat kepada rekan kerja mereka ataupun supervisor mereka. Bayangkan juga suatu lingkungan kerja di mana manajer tidak dapat memecat karyawan mereka yang lalai,” menurut Willer. “Ini akan menjadi sulit untuk mengetahui mana pekerja yang menampilkan performa baik hanya ketika mereka diawasi secara langsung dan mana pekerja yang memang memiliki performa baik.”

Tags: ,