Generasi Milenial Lebih Siap Pensiun

Banyaknya report yang menyarankan generasi milenial untuk memikirkan rencana pensiun dengan menabung uang mereka sedini mungkin, ternyata terbayar lunas. Generasi milenial, menurut sebuah survei tahunan yang diselenggarakan oleh Transamerica Retirement Survey (TCRS) justru mempersiapkan rencana masa setelah berhenti kerja lebih dini.

Temuan tersebut menyatakan bahwa sejumlah 74% responden, angka yang belum pernah terjadi sebelumnya, menabung untuk masa-masa setelah pensiun pada rata-rata umur 22 atau 5 tahun lebih cepat daripada Gen X dan sekitar 13 tahun lebih awal daripada baby boomers. Penelitian ini fokus pada kebiasaan karyawan dalam menyiapkan antisipasi masa-masa setelah tak lagi bekerja pada perusahaan komersial.

Diawali dengan mengamati kebiasaan dua generasi, generasi tua dan yang lebih muda, terbukti bahwa meskipun sama-sama merasakan dunia kerja ketika terjadi resesi besar di Amerika, kaum muda lebih mudah pulih dari dampak buruk resesi tersebut daripada kaum senior. 68% generasi milenial bahkan lebih percaya diri bahwa mereka akan mampu melewatkan masa-masa setelah pensiun dengan lebih nyaman.

Baca juga: Siapkah Anda Menghadapi Masa Pensiun?

Riset tersebut membawa kita pada sebuah diskusi panjang tentang respon generasi milenial terhadap perencanaan masa-masa setelah pensiun.

Generasi milenial fokus pada perencanaan pensiun dengan atensi yang lebih besar. Tiga dari empat responden mengatakan bahwa mereka telah mendiskusikan hal-hal tentang tabungan, investasi dan perencanaan pensiun dengan keluarga atau teman-teman mereka, demikian diuangkapkan oleh Catherine Collinson, presiden dari TCRS.

Ia menambahkan, “Pada kenyataannya, generasi milenial dua kali lebih sering membicarakan tentang pensiuan ketimbang generasi orang tua mereka.”

Untuk kasus di Amerika, 81% responden dari generasi Y justru berpikir bahwa ketika pensiun tiba nanti, mereka tidak dapat mengandalkan sosial security atau investasi masa pensiun yang disiapkan oleh pemerintah. Sebagai pengganti, mereka mempercayakan rancangan pensiun mereka kepada investasi berupa kerja sama dengan pemberi kerja.

Mengenai kepedulian terhadap investasi pensiun ini, sebanyak 83% dari generasi X cukup peduli dengan social security, demikian juga generasi baby boomers yang sejumlah 67%-nya menaruh perhatian pada investasi pensiun dari pemerintah tersebut.

Satu hal lagi yang menonjol dari generasi milenial adalah keterlibatan aplikasi ponsel yang membantu mereka dalam merancang rencana pensiun. Sebesar 71% dari pelaku investasi 401(k), salah satu jenis perencanaan investasi swasta atau jenis investasi lain mengaku memanfaatkan aplikasi pada smartphone mereka.

Survei tahunan yang ke-15 tersebut memberikan saran bagi generasi milenium untuk memiliki sebuah rencana tertulis jangka panjang dengan pemanfaatan sebuah alat penghitung atau worksheet, hanya 10% dari mereka telah menggunakan alat-alat tersebut. Pada akhirnya, dengan fakta bahwa gen Y sudah mulai menabung pada usia dini, ini adalah saat yang tepat untuk mempelajari lebih jauh tentang investasi pada lingkup yang lebih luas.

Baca juga: Mengembangkan Potensi Besar Generasi Millenial

Tags: , ,