Gen-Y Bukan Bandel Tapi Challenging

valadoo office 2

Tindak tanduk Gen-Y masih saja menarik untuk diperbincangkan. Tidak hanya di Amerika Serikat, basecamp Zuckerberg si Gen-Y kelas kakap, beberapa negara Eropa juga menunjukkan minat yang besar dalam mengembangkan Generasi yang susah dihentikan ini. Begitupun di Indonesia, sederetan bisnis pemula berhasil membangkitkan perekomian Indonesia, malah disebut-sebut sebagai penyumbang kestabilan ekonomi. Simak perbincangan PortalHR dengan Valadoo dalam membangun bisnis mereka dan menerapkan situasi kerja bergaya Gen-Y berikut ini.

Apa saja yang membedakan Generasi Y dengan generasi lainnya selain rentang usia yang relatif jauh? Menurut beberapa sumber, karakter Gen-Y yang mencolok adalah haus akan achievement, prestasi-prestasi yang bisa menunjukkan siapa jati dirinya. Untuk itu, aktualisasi diri sangat penting bagi Gen-Y.

”Berbeda dari Gen-X, mereka tidak hanya butuh security dalam bekerja tetapi juga pengembangan diri, bisa achieve something,” ujar Aris Suryamas, COO dan Cofounder Valadoo.

Menurut Aris yang juga dosen di Prasetya Mulya, gen-Y ini seolah menuntut sebuah panggung untuk menunjukkan karya mereka. Bila hal ini disediakan oleh atasan mereka, biasanya dorongan untuk berkreasi jadi semakin tinggi dan berbagai inisiatif akan datang sendiri dari mereka. Gairah bekerja yang besar inilah yang memudahkan perusahaan untuk memotivasi mereka. Di samping itu,  karakter Gen-Y yang lain, semakin diberikan kepercayaan dan kebebasan maka semakin maksimal pula produktivitas kerja mereka.

Untuk menantang kreativitas pekerjanya, biasanya Aris menanyakan dulu apa ide atau project yang mereka ingin jalani sebelum memberikan tugas yang harus dikerjakan. Karena membatasi kreativitas Gen-Y sama saja mengurung pengembangan potensi mereka.

“Dengan membiarkan mereka memiliki project sendiri, hal itu otomatis akan men-develop diri mereka juga,” ujar Andre C Madian, MarCom Manager Valadoo.

Menurut Andre, saat ini banyak sekali informasi yang bisa diperoleh dari internet, karena itu tingkat kesulitan untuk mempelajari sesuatu semakin kecil. Valadoo menyadari hal itu, dan fenomena itu justru membuat membuat mengelola mereka semakin menantang.

“Jadi mereka itu bukan bandel tapi challenging, karena banyaknya informasi yang mereka tahu,” tambah Aris. Karena itu menurutnya perusahaan sebaiknya memberikan kelonggaran untuk mereka agar perkembangan diri mereka tersalurkan dan inovasi-inovasi bisa lahir dari mereka.

Optimis dengan Kemampuan Anak Muda

Generasi Y lahir saat internet lebih mudah diakses dan informasi yang dibutuhkan sangat cepat diketahui. Sehingga kesempatan ini membuat mereka bisa belajar apapun yang mereka mau.

“Karena mereka dibanjiri dengan informasi, terutama Google, jadi informasi bukan dicari, tapi datang ke diri mereka sendiri,” ujar Aris. Hal itulah yang menjadi power mereka untuk membuktikan kemampuannya mengimplementasikan informasi yang didapat.

“Mereka merasa bisa melakukan apapun, secara otodidak. Tidak heran mereka lebih kritis dan mempunyai banyak argumen,” tutur Aris.

Tetapi sebagai pimpinan atau rekan kerja, kita bisa mengatur mereka dari cara berkomunikasi. Di sinilah peranan leader diperlukan, rekan kerja yang lain juga perlu memahami sisi “narsis” mereka.

“Cara komunikasi kita mesti tricky, cara penyampaiannya lebih kita sesuaikan dengan bahasa mereka,” ujar Aris yang menambahkan bahwa proses adaptasi harus dilakukan kedua belah pihak, baik employer maupun dari sisi karyawan gen-Y itu sendiri.

Menurut Bondan Herumurti, Cofounder & VP Tech Valadoo, karakter Gen-Y yang percaya diri sebenarnya bisa dimanfaatkan perusahaan. Karena pada dasarnya mereka menyukai pekerjaan yang mereka lalukan lebih dari apapun. Di Valadoo sendiri, batasan jarak antara pimpinan dengan karyawan tidak begitu terlihat, mereka menjalankan pola saling mendukung bukan memerintahkan.

“Walaupun secara struktur tetap ada layernya, tapi kita lebih blur, kita semua belajar bareng-bareng,” ujar Bondan.

Andre menambahkan, walaupun komunitas start-up masih terbilang baru, kemampuan anak muda tidak bisa dipandang sebelah mata. Talent war yang terjadi saat ini membuktikan betapa kemampuan Gen-Y makin mendominasi.

“Saat ini adalah momen yang tepat untuk Gen-Y merintis usahanya sendiri, kita hadir bukan di 2008 saat orang masih asing dengan start-up tapi juga bukan di 2015 saat kondisinya juga sudah crowded.” ujar Andre.

Valadoo berharap regulasi pemerintah dan support dari semua pihak bisa mendukung generasi ini. “Kita optimis dengan bisnis kita, apalagi model bisnis ini sangat sesuai dengan gaya anak muda, selalu ingin mencari tahu,” pungkas Aris. (*/@nurulmelisa)

 

Keterangan foto:

Foto 1: Aria Suryamas (kanan) dan Bondan Herimurti (kiri)

Foto 2 & 3: Suasana kantor Valadoo.com

 

Tags: , ,