Engagement Karyawan Bergantung Pada Sikap Pimpinan

Engagement1

Sebuah riset Global Workforce Study pada 2007-2008 yang melibatkan hampir 90,000 karyawan di seluruh dunia yang diselenggarakan oleh Tower Watson, mendapatkan temuan bahwa engagement karyawan tergantung pada empat hal, yang pertama adalah kepemimpinan yang efektif dan peduli terhadap anggota tim, adanya peluang untuk peningkatan karir yang jelas, kerjaan yang menarik dan reward yang memuaskan.

Engagement1

(Global top drivers of sustainable engagement/TowersWatson)

Mewujudkan empat hal tersebut, ada dua elemen yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah kepedulian eksekutif atau manajer senior terhadap kesejahteraan karyawan dan yang kedua adalah peluang karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuannya.

Secara lebih rinci, elemen pertama mengacu pada komunikasi maupun keputusan yang dibuat oleh pihak eksekutif, di antaranya mengenai arah target perusahaan, reward program, budaya dan kebijakan di tempat kerja. Sedangkan elemen kedua menekankan pada ketersediaan peluang di tempat kerja untuk belajar dan meningkatkan keterampilan yang dimiliki.

Baca juga: Ketika Faktor Gender Menentukan Engagement di Dunia Kerja

Proses mewujudkan engagement harus dilakukan terus-menerus, bukan hanya setahun sekali yang biasanya menjadi tindak lanjut dari sebuah suvey. Konsistensi itulah yang dilupakan perusahaan-perusahaan pada umumnya. Blessingwhite, sebuah perusahaan training dan konsultan terkemuka di dunia memberikan beberapa tips untuk membangun engagement di perusahaan:

1. Memaksimalkan Peran Manajer

Langkah awal menciptakan engagement adalah dengan memastikan bahwa seluruh jajaran manajer memiliki engagement terhadap organisasi. Dengan begitu mereka dapat memberikan panduan tentang apa makna engagement bagi para karyawan.

2. Alignment (Penyelarasan)

Sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa seluruh komponen di perusahaan mengerti secara garis besar apa yang hendak diraih oleh perusahaan. Dimulai dengan menyelaraskan misi di kalangan eksekutif dan berlanjut di jajaran-jajaran di bawahnya.

3. Redefinisi Karir

Kepada seluruh karyawan, sampaikan apa makna karir dan berikan gambaran yang jelas dan menggugah serta bagaimana cara mereka menapaki tangga karir tersebut. Harus tetap diingat bahwa eksekutif dan manajer harus sangat fokus pada peningkatan keterampilan dan kapasitas talent.

4. Budaya Perusahaan

Sebagai langkah awal, budaya perusahaan ini harus benar-benar dipahami oleh kalangan senior manajer. Setelah itu, tugas senior manajer adalah menurunkannya kepada manajer di bawahnya. Tentunya, budaya perusahaan tersebut haruslah memiliki nilai-nilai yang dapat menginspirasi karyawan untuk memiliki cita-cita yang baik bagi perkembangan diri sendiri dan organisasi.

5. Kurangi Survey dan Perbanyak Aksi

Ciptakan sebuah strategi pengukuran yang mampu memperlihatkan “aksi nyata” dari para karyawan dan hindari jebakan analisis-paralisis. Rancang juga dalam pengukuran tersebut bahwa senior manajer memiliki peran untuk meningkatkan engagement anak buahnya.

Baca juga: Tingkatkan Employee Engagement dengan Gratitude, Play & Surprise 

Tags: , , , ,