Stress di Tempat Kerja Bisa Turunkan Usia Harapan Hidup

quotes-933816_640

Menurut para peneliti di Harvard dan Stanford, lingkungan kerja yang membuat stress dapat mengurangi masa hidup para pekerja di Amerika sampai 3 (tiga) tahun untuk beberapa kelompok sosial ekonomi. Para peneliti telah memeriksa 10 stressor di tempat kerja, termasuk waktu kerja yang panjang, tidak adanya asuransi kesehatan, masalah kerja dan keluarga, perasaan khawatir akan diberhentikan dan tidak adanya kontrol terhadap pekerjaan. Stressor tersebut dikategorikan sebagai stressor lingkungan, stressor dari luar yakni tempat kerja.

quotes-933816_640

Semua orang tahu betul bahwa stress di lingkungan kerja memang benar terjadi. Jeffrey Pfeffer, selaku professor di Standford University, mengungkapkan bahwa banyak orang yang tidak sadar bahwa stressor tersebut dapat berdampak pada kesehatan. Perusahaan, menurut Pfeffer, perlu memperhatikan lingkungan kerja mereka dan mencari cara bagaimana mengurangi stressor tersebut.

Stress karena diberhentikan

Pengangguran yang disebabkan oleh pemberhentian kerja, ternyata dapat menurunkan usia harapan hidup seseorang. Kehilangan pekerjaan tidak hanya sekedar memberikan dampak bagi ekonomi ataupun kesehatan seseorang. Namun juga berdampak pada self-concept mereka. Hal tersebut dapat memunculkan rasa kegagalan.

Menurut Pfeffer, perusahaan dapat mencari cara untuk mengurangi stress pekerja dan membuat lingkungan kerja yang lebih sehat. Sehingga pekerja tidak merasa stress pada hari terakhir mereka bekerja.

Baca juga: Survei Sebut Separuh Perkerja Alami Stress

Stress karena masalah keluarga

Masalah pekerjaan dan keluarga merupakan salah satu sumber stress lainnya. Perusahaan diharapkan dapat ikut membantu untuk mengurangi sumber stress yang satu ini. Caranya adalah dengan menyusun kebijakan yang juga melibatkan orang tua, anak, dan orang-orang terkasih para pekerjanya.

Berikan juga para pekerja sarana untuk mencari dukungan sosial dari orang-orang yang menghadapi permasalahan yang sama. Mengadakan acara yang membuat para pekerja saling berbagi kisah kehidupan pribadinya membuat mereka mendapat dukungan sosial dari orang lain yang bernasib sama.

Stress karena waktu kerja yang panjang

Waktu kerja yang panjang ternyata menjadi stressor yang berperan besar dalam menciptakan stress kerja. Perusahaan dapat menguranginya dengan menghindari pekerjanya untuk bekerja overwork. Memberikan reward pada overwork, menurut Pfeffer tidak sama dengan memberikan reward pada hal lainnya. Fokuslah pada apa yang dihasilkan selama bekerja overwork, bukan pada seberapa lama ia bekerja. Hal ini dapat mengurangi tingkat stress yang disebabkan oleh waktu kerja yang panjang. (*)