Mitos-mitos Keliru tentang Bercanda

Majalah Times belum lama ini mengangkat tema kegembiraan / kebahagiaan (happiness) sebagai judul sampulnya. Salah satu kesimpulannya, kegembiraan – sering tersenyum atau tertawa – ternyata membuat hidup lebih sehat dan umur lebih panjang. Yang menjadi masalah, mayoritas lingkungan pekerjaan tidak menumbuhkan kegembiraan. Bercanda menjadi terlalu mahal. Padahal, bercanda, bergembira, dan bersenang-senang sambil bekerja bisa menyebabkan produktivitas dan daya inovasi karyawan meningkat. Bahkan, canda menghasilkan uang seiring dengan meningkatnya energi, kreativitas, dan produktivitas dalam bekerja. Berikut adalah mitos-mitos keliru tentang bercanda, bergembira, dan bersenang-senang di lingkungan kerja :

MITOS 1. Profesionalisme dan Bergembira Tidak Seiring

Bekerja tidak selalu harus serius. Di tempat kerja yang paling ketat sekalipun terdapat peluang untuk bergembira sambil bekerja. Misalnya dengan bercanda dengan melemparkan lelucon yang menarik. Di lingkungan kerja yang sangat profesional, ketika seseorang terlambat datang ke satu pertemuan, ia harus menyanyikan sebuah lagu atau menceritakan sebuah lelucon baru (dengan selera yang baik). Karyawan menjadi lebih tepat waktu setelah itu, meski tetap terdengar cekikikan saat ada karyawan yang membuka pintu karena terlambat satu atau dua menit.

Umumnya keprihatinan bercanda di tempat kerja yang serius muncul terhadap humor yang tidak pas, bersuara gaduh, atau waktunya tidak tepat. Jika ada kesalahan terhadap hal tersebut, koreksi hal itu tanpa mematikan spirit humor itu.

MITOS 2. Perlu Sarana dan Uang untuk Bergembira

Ketika ditanyakan kepada puluhan karyawan tentang masa-masa menyenangkan selama waktu kerja, maka sebagian besar jawabannya tidak membutuhkan uang dan sarana. Sarana dan uang tentu saja dapat membantu Anda untuk bergembira. Microsoft dan Amgen adalah dua perusahaan besar yang mempunyai anggaran untuk bersenang-senang. Di perusahaan tersebut, karyawan diharapkan dapat bekerja keras namun juga getol bermain-main. Misalnya pesta mewah atau perjalanan dengan kapal. Meskipun karyawan sangat menghargai acara di luar kantor itu, umumnya mereka melaporkan bahwa lingkungan kerja sehari-harilah yang paling berperan.

MITOS 3. Bersenang-senang Berarti Tertawa

Bersenang-senang memang sering melibatkan tawa atau senyuman. Hal ini sangat berguna mengurangi hal yang terlalu serius. Tertawa sering dinamakan jogging internal, karena tertawa mempunyai manfaat kesehatan yang sama positifnya dengan lari aerobik. Menurut dugaan, manfaat tersebut disebabkan oleh pelepasan endorphins, elemen penyembuh pada tubuh.

Orang bisa juga bercanda di tempat kerja tanpa harus tertawa atau berbuat konyol. Sebuah pekerjaan yang menantang dan kolaborasi dengan rekan hebat bisa menyenangkan. Pekerjaan bernilai atau membuat sesuatu yang berbeda pun menyenangkan. Atau membangun sesuatu yang baru.

MITOS 4. Harus Membuat Rencana Untuk Bergembira

Kesenangan tidak mesti direncanakan. Sekedar berbagi kue, duduk-duduk dan berbincang santai dengan keluarga atau makan siang di restoran baru, itu pun sudah sangat menyenangkan.

MITOS 5. Gembira Di Tempat Kerja Akan Menurunkan Hasil

Banyak manajer merasa bahwa setiap menit yang dihabiskan untuk bercanda sama artinya dengan kehilangan satu menit dalam mencapai hasil akhir. Ini sebuah mispersepsi terbesar. Riset menegaskan bahwa lingkungan yang menyukai canda sesungguhnya lebih produktif dibandingkan dengan lingkungan tanpa humor. Waktu istirahat yang menyenangkan dapat membangkitkan semangat karyawan dan mempersiapkan mereka untuk pekerjaan berikutnya yang memerlukan konsentrasi.

Di sebuah bagian dari Microsoft, karyawan dibolehkan beristirahat kapan pun mereka mau dengan berselancar di internet atau bermain game di komputer. Mereka bilang bahwa kegiatan yang penuh permainan ini dapat membersihkan pikiran sehingga ketika mereka kembali ke pekerjaan, pikiran mereka lebih segar dan lebih tajam.

Rahasia membolehkan canda di waktu kerja adalah dengan mengatakan sangat jelas kepada para karyawan mengenai sasaran kinerja mereka. Ciptakan sasaran yang terukur dan konkret bersama mereka, kemudian evaluasilah kinerja mereka dengan menggunakan sasaran-sasaran tersebut.

MITOS 6. Harus Punya Rasa Humor untuk Menciptakan Lingkungan yang Penuh Canda

Banyak bos yang hebat tidak perlu harus lucu (atau bahkan menyukai lelucon). Dalam banyak hal, mereka hanya membiarkan humor orang lain dan rasa senang bermain muncul ke permukaan. Mereka mendukung hadirnya canda ketimbang membuat sendiri canda itu di tempat kerja. Membiarkan orang lain membuat lelucon jauh lebih baik jika Anda tidak pintar melucu.