Mengapa Seseorang Tetap Bertahan pada Pekerjaannya Meksipun Kerap Kali Mengeluh?

unhappy_employees

Bukan hal yang aneh jika Anda menemukan rekan kerja yang kerap kali mengeluhkan pekerjaannya namun tak jua kunjung keluar. Apa sebenarnya yang membuat mereka bertahan dengan pekerjaan mereka? Menurut riset yang dikutip dari The Daily Mail, hal ini dikarenakan mereka terlalu melekat dengan pekerjaan dan boss mereka memanfaatkan situasi tersebut untuk membuat mereka tetap bertahan.

unhappy_employees

Dari sudut pandang pekerja, tunjangan yang mereka dapatkan dan peran mereka dalam organisasi lebih menjadi hal yang utama dibandingkan dengan kebahagiaan mereka sendiri. Mereka juga lebih mementingkan kepentingan kelompok, dalam hal ini perusahaan, dibandingkan dengan kepentingan mereka sendiri.

Selain hal tersebut, terdapat beberapa hal lain yang menjadi alasan mengapa mereka memutuskan untuk tetap bertahan. Lokasi kantor, status pekerjaan pasangan, status hubungan, tunjangan yang diberikan dan relasi dengan rekan kerja menjadi beberapa alasan mengapa mereka tetap bertahan.

Menurut Dr. Oscar Holmes IV, seorang asisten professor di Rutgers School of Busniess-Camden, alasan tersebut menjadi alasan terkuat yang menentukan komitmen seseorang terhadap organisasi. “Terdapat faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan seorang pekerja tetap bertahan,” ungkap Dr Holmes.

Istilah melekat pada pekerjaan (job embeddedness) diartikan sebagai suatu kondisi di mana seorang pekerja tidak akan melepaskan pekerjaannya meskipun lingkungan kerjanya buruk. Pekerja yang lebih mementingkan kepentingan organisasi dibandingkan dirinya sendiri juga termasuk dalam kategori ini.

“Meskipun terdapat hubungan antara kebahagiaan pekerja dan performa kerja, namun masih memungkinkan jika pekerja yang kurang bahagia masih dapat memberikan performa kerja yang baik. Bukan berarti seseorang pekerja yang tidak bahagia tidak dapat menampilkan performa kerja yang sama baiknya dengan pekerja yang bahagia,” ungkap Dr Holmes kepada The Daily Mail. (*)