Komitmen Antam Pada CSR

Seperti pengakuan Abdul Gaffar Songkeng, pengusaha berskala menengah yang kini sedang menggeluti usaha produk-produk kelautan di Dawi-Dawi (sebuah desa nelayan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara) mengatakan berkat pinjaman dana tambahan dari Antam, usahanya mulai maju dan berkembang. Hal itu dapat terlihat dari perolehan keuntungan yang ia dapat antara Rp 2,5 juta-3 juta per bulan, itu untuk proses pengalengan lobster saja. Kini ia telah mempunyai 10 pekerja dan total penjualannnya meningkat sekitar 50% dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Tanpa Antam, kami tidak akan bisa berbuat banyak,” tuturnya bangga.

Melalui program kemitraan tersebut, Antam memang memiliki komitmen untuk berpartisipasi dalam pengembangan masyarakat sekitar kegiatan pertambangan dengan mendayagunakan semua potensi yang ada di lingkungannya. Konsep CSR (corporate social responsibility) Antam yang bersifat lokal berarti bahwa program pengembangan masyarakat diselaraskan dengan program Pemerintah Daerah setempat atau instansi terkait, serta tetap memperhatikan sosial budaya masyarakat dan kemampuan unit bisnis.Sesuai yang disampaikan oleh Ir Syahrir Ika, MM sebagai Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, CSR bagi Antam merupakan program perusahaan yang sangat penting karena akan mempengaruhi citra Antam sebagai suatu perusahaan yang benar-benar melakukan operasinya berdasarkan best mining practices. “Jadi bagi kami (Antam), program CSR itu penting dan itu merupakan komitmen kami, bukan hanya bagi perusahaan, tapi juga bagi masalah kesehatan manusia dan negeri ini di masa kedepannya,” ujarnya kepada HC awal bulan lalu.

Mengenai adanya peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan, seperti Undang-undang tentang Perseroan Terbatas pada pasal 74 yang menyatakan bahwa perseroan wajib melaksanakan CSR, bila tidak, akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Syahrir Ika berpendapat tegas dengan ada atau tidak adanya peraturan mengenai CSR, bagi Antam program tanggung jawab sosial perusahaan itu sudah merupakan komitmen yang telah dilaksanakan konsisten sepanjang tahun.

Dijelaskan Syahrir, jauh sebelum konsep CSR dikenal di dunia usaha, Antam sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang sejalan dengan prinsip CSR, seperti pembangunan infrastruktur, penggunaan tenaga kerja lokal, pendirian sekolah-sekolah dan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar daerah operasi. Hal ini disebabkan sebagai perusahaan pertambangan, lokasi usaha Antam sebagian besar terletak di tempat-tempat terpencil yang sering kali belum tersentuh oleh modernisasi dan tidak memiliki infrastruktur yang memadai. Untuk itu Antam memiliki kewajiban sosial untuk lebih memperhatikan masyarakat dan lingkungan alam di sekitar lokasi usaha tersebut.

Komitmen pengembangan CSR Antam juga sebenarnya sudah dimulai dari pembentukan organisasi baru dengan membentuk satuan kerja Community Development (Comdev) Group di bawah koordinasi Direktur Umum dan SDM. Tahun 2007 ini Antam kembali melakukan perubahan beberapa satuan kerja, antara lain menggantikan satuan kerja Comdev Group menjadi CSR Group. Namun dalam pelaksanaannya, CSR Group harus melakukan koordinasi dengan Divisi atau satuan kerja lainnya yang terkait, seperti Operation Controlling, Environment dan Post Mining, Corporate Secretary dan Public Relation.

Konsep Kompas
Sementara saat ditanya bidang apa saja yang telah dilaksanakan Antam untuk program CSR? Syahrir memaparkan saat ini Antam memiliki empat bidang (stream) yang menjadi perhatian terhadap tanggung jawab sosial perusahaan tersebut. Dan konsep ini diberi nama Kompas, sesuai empat arah mata angin. North untuk Nature, South untuk Social, West untuk Well being dan East untuk Economic.

Bidang lingkungan (Nature), yaitu bagaimana Antam memperhatikan dan memelihara lingkungan di sekitar, khususnya yang terkait dengan kegiatan usaha Antam. Pengelolaan limbah harus benar, kadar pencemaran harus dipantau agar berada dalam batas control atau standard. Reklamasi harus berjalan sesuai rencana.

Bidang sosial (Social), yaitu kegiatan yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat sekitar. Bantuan beasiswa, kesehatan, infrastruktur pembangunan (jalan, jembatan, pelabuhan, rumah sehat, gedung sekolah sehat) harus menjadi perhatian. Begitu juga penyediaan dana contingency untuk membantu masyarakat yang terkena bencana alam.

Bidang Sumber Daya Manusia (Well being), yaitu kegiatan yang terkait dengan peningkatan kualitas manusia, baik secara internal dan eksternal. Secara internal, para pegawai harus diperhatikan kesejahteraannya. Saat ini para pegawai menerima 24,5 kali bulan upah dalam setahun. Selain itu, para karyawan juga dijamin pengobatan/pelayanan kesehatan, iuran pensiun untuk harapan masa tua mereka, serta tunjangan-tunjangan lain yang membuat mereka bergairah dalam bekerja.

Antam juga menciptakan sistem manajemen SDM yang bisa memperlakukan pegawai secara fair dan akuntabel, baik dalam hal promosi, mutasi maupun pengembangan kompetensi mereka. Sementara secara eksternal, Antam sangat concern dengan mutu pendidikan dan kesehatan masyarakat lokal, melalui program-program bantuan pendidikan mulai SD sampai program Dokter, bantuan sarana pendidikan serta memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar operasi secara periodik.

Bidang keekonomian masyarakat dan perusahaan (Economic), yaitu kegiatan yang terkait dengan pengembangan ekonomi masyarakat. Antam memiliki program kemitraan dengan pengusaha kecil dan koperasi. Saat ini, antam memiliki 2.039 Mitra Binaan dengan dana yang disalurkan mencapai Rp. 34,7 Miliar. Melalui program ini, Antam berharap masyarakat dibantu modal usahanya, bisa memberikan tambahan pendapatan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka serta ikut menyerap tenaga kerja lokal.

Karena itu Antam bantu pendidikan manajemen bekerja sama dengan konsultan atau perguruan tinggi, selain mengikutsertakan mereka dalam pameran-pameran daerah dan nasional. Sementara manfaat ekonomi terhadap Negara/Pemerintah bisa dilihat dari kontribusi Pajak, Royalti dan Dividen dalam tahun 2006, setoran PPH-Badan sebesar Rp 667,1 Miliar, Royalti Rp. 127,4 Miliar, Dividen bagian Pemerintah sebesar Rp 403,7 Miliar dan Dividen per saham Rp 325,56. (ang)