Karyawan Terbaik Akan Resign, Apa Saja Tandanya?

rules-resignation

Ketika Anda menjabat sebagai manajer, salah satu ujian terberat yang mungkin Anda alami adalah kehilangan karyawan yang berperforma hebat. Jika Anda lebih peka, sebetulnya terdapat tanda-tanda yang memperlihatkan bahwa karyawan unggulan Anda tengah bersiap-siap untuk mencoba peluang baru. Berikut adalah tanda-tanda yang dapat kita amati, seperti dikutip dari mashable.com.

rules-resignation

Mereka bekerja jauh lebih efisien

Karyawan yang baik menunjukkan kinerja yang mengagumkan setiap hari. Inilah yang membuat kita sulit mengenali kapan mereka sudah ingin berhenti kerja. Akan tetapi, ada satu hal yang bisa Anda amati. Seorang talent yang hebat, selalu peduli dengan pekerjaan dan tugasnya. Apabila mereka memang merencanakan untuk pindah, mereka akan meninggalkan perusahaan dengan cara yang sangat baik.

Ini artinya, mereka akan melakukan apa saja untuk menciptakan impresi yang baik terhadap atasan maupun rekan kerja. Meskipun ini paradox, tetapi kita perlu peka ketika mendapati bahwa talent terbaik kita berperforma lebih hebat dan efisien dari biasanya. Ya meskipun kinerja yang baik adalah impian semua manajer, tetapi kita harus tetap waspada apabila anak buah kita tiba-tiba memberikan hasil yang mengejutkan. Karena bisa jadi mereka tengah menyiapkan jalan keluar yang mulus untuk meninggalkan perusahaan.

Menjadi lebih aktif di LinkedIn

LinkedIn adalah salah satu cara efektif untuk menjalin networking dalam dunia professional. LinkedIn menjadi sarana mudah dan murah untuk mebuat kita dikenal dan mengenal orang serta meningkatkan peluang untuk direkrut oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

Oleh karena itu, ketika Anda sebagai manajer melihat karyawan Anda secara konstan memperbaiki tampilan atau konten LinkedIn-nya, bisa jadi hal tersebut adalah sinyal bahwa mereka tengah mencari peluang yang lebih baik.

Mereka memperbaiki penampilan fisik

Dalam hal ini, penampilan yang paling menonjol yang bisa kita amati adalah gigi. Yang tadinya giginya berlubang, tiba-tiba sudah ditambah atau giginya menjadi lebih putih. Sebagai manajer, kita tidak perlu hanya menaruh curiga pada “surat-surat dokter” yang terlihat palsu. Bahkan, surat dokter yang benar-benar sah pun perlu kita perhatikan. Terutama jika surat tersebut berasal dari salah satu karyawan terbaik Anda yang biasanya tidak begitu peduli dengan kesehatan, terutama yang hanya menyangkut penampilan fisik.

Ketika seorang karyawan ingin meninggalkan perusahaan, biasanya mereka akan menggunakan benefit-benefit yang mereka peroleh dari perusahaan. Mereka berpikir bahwa akan lebih sulit pergi ke dokter atau check-up ketika mereka telah menjadi karyawan baru di perusahaan lain. Selain itu, dengan penampilan baru tersebut mereka bisa terlihat lebih menarik di mata perekrut barunya.

Lalu apa yang dapat Anda lakukan sebagai manajer jika menjumpai tanda-tanda tersebut?

Meskipun seandainya kita memang sudah tidak dapat menahan mereka keluar, setidaknya kita dapat mengambil keuntungan dari informasi tersebut. Karyawan yang ingin keluar, biasanya lebih jujur dan gamblang ketika diminta memberikan masukan atau kritik. Oleh karena itu, sebelum mereka pergi, Anda bisa menanyakan pendapatnya mengenai kinerja Anda sebagai manajer. Atau bisa juga Anda menanyakan tentang sistem apa yang salah dan harus diperbaiki di organisasi.

Selain memanfaatkan kejujuran dari karyawan yang hampir keluar, Anda sebagai manajer juga dapat menahan “isi otak” dari karyawan tersebut. Ketika seorang karyawan resign, tidak bisa dipungkiri tentunya akan ada pengetahuan tentang perusahaan yang hilang karena kepergiannya. Sebelum mereka benar-benar keluar, Anda bisa meminta salah satu staff potensial Anda untuk bekerja satu tim dengan dia. Dengan begitu, terjadi transfer ilmu kepada staff tersebut dan Anda telah meminimalkan knowledge penting yang harusnya hilang bersama keluarnya karyawan hebat tersebut. (*)