Hati-hati! Karyawan Ini Dipecat Gara-gara ‘Unauthorized Absences’

sacked

Hati-hati jika Anda memutuskan untuk cuti sejenak setelah putus dengan kekasih Anda. Bisa saja hal tersebut membuat Anda dipecat. Jika Anda ngotot melanggar, Anda terkena pasal unauthorized absences. Hal ini sudah pernak dialami oleh salah satu karyawan asal Inggris.

sacked

Katy Payne merupakan salah satu pekerja DHL yang berlokasi di Raddington, Inggris. Seperti yang dikutip dari The Daily Mail, ibu tunggal dengan satu anak ini diberhentikan dari pekerjaannya setelah mengambil cuti untuk ‘berkabung’ setelah putus dari kekasihnya. Payne diberhentikan dengan alasan “unauthorized absences.”

Payne menyatakan bahwa ia memberikan kabar pada boss-nya bahwa ia tidak masuk kerja karena ingin menenangkan diri terlebih dahulu setelah putus dari kekasihnya yang telah dipacarinya selama tujuh tahun. Ketika ia kembali bekerja, ia diberitahu bahwa ia sudah tidak perlu lagi bekerja karena sudah diberhentikan.

Baca juga: Cuti Libur Membuat Karyawan Lain Sebal

“Pada hari Senin, saya memberi tahu manajer saya bahwa saya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri setelah putus dengan kekasih saya. Pada saat itu sepertinya ia tidak mempermasalahkannya,” ungkap Payne pada The Daily Mail. “Ketika saya kembali bekerja pada hari Kamis, saya diberikan surat ini dan diminta untuk membersihkan meja kerja saya tanpa penjelasan lebih lanjut,” sambung Payne.

“Saya sangat sedih, karena saya sudah berusaha sangat keras untuk membangun hidup bagi saya dan anak saya. Saya sudah bekerja sangat keras untuk mendapatkan promosi dan mencari tantangan baru,” ungkap Payne.

Baca juga: Pihak Pemerintah Paksa Pekerja Ambil Jatah Cuti

Salah seorang juru bicara DHL menolak untuk berkomentar mengenai permasalahan ini. Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya merupakan perusahaan yang “equal opportunities employer.”

Menurut Payne, ia hanya menerima surat yang ditulis managernya yang menyatakan bahwa ia telah diberhentikan. Dalam surat tersebut, yang bahkan ditanda tangani oleh seorang manajer kontrak, tertulis bahwa perusahaan telah memutuskan untuk memberhentikan Payne dan tidak ada posisi lain yang tersedia baginya. Dalam surat tersebut juga tertulis bahwa Payne tidak diizinkan untuk bekerja dalam masa peringatannya dan tidak akan mendapatkan bayaran atas cuti tiga harinya tersebut. (*)