Bank Muamalat: Karyawan Adalah Kru

Setiap aturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, Bank Muamalat berusaha mengimplementasikan ketentuan ketenagakerjaan ke dalam aturan perusahaan yang diimplementasikan kepada para kru, julukan karyawan Bank Muamalat, yang kini jumlahnya mencapai. Menurut Oktav, semua kru mendapat hak dan kewajiban yang sama sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan.

Masalah cuti, misalnya. Dalam Peraturan Pemerintah No. 21/ 1954 mengenai istirahat tahunan telah tercantum. Setiap pekerja yang telah bekerja selama satu bulan, berhak mendapat cuti satu hari. Dan hadiah ini sudah bisa diberikan atau diambil haknya jika pekerja sudah bekerja selama 12 bulan.

“Pekerja itu wajib hukumnya cuti. Cuti itu syariah Islam, tidak boleh dilarang. Itu dosa besar,” ujar Oktavian P. Zamani, Asisten Direktur Hubungan Industrial & Pengembangan Sumber Daya Insani Bank Muamalat. Karena itu, ia selalu menghendaki kru Muamalat segera mengambil haknya jika hak cuti telah tiba.

Tak heran jika Oktav bersyukur karena selama ia bekerja di Bank Muamalat – termasuk di perusahaan lain tempat ia bekerja sebelumnya – tidak pernah karyawannya melakukan mogok kerja. Menurutnya, setiap kru Muamalat ditraining tentang tata cara mogok karena mogok adalah hak karyawan yang paling mendasar. “Yang namanya orang berserikat dan berkumpul itu sudah kodratnya. Dan itu dijamin oleh pendiri bangsa Indonesia.”

Ia menambahkan, setiap perusahaan harus membuat tatanan bagaimana hubungan industrial bisa berlangsung dalam suatu perusahaan. Di Muamalat namanya Istifaq Muamalat. Setiap bulan, kondisi laporan keuangan dimunculkan dan diberitahukan pada semua karyawan. Data perusahaan selalu ditempel setiap bulan sehingga unit kerja yang tidak performance pun akan terlihat dan ini akan mendorong setiap kru Muamalat untuk bekerja sebaik mungkin sehingga unitnya tidak berada dalam rangking terbawah. “Saya ajarkan kru untuk membaca laporan data strategis perusahaan tersebut bahkan kami uji dan diberi sertifikasi yang disebut Sertifikasi Kefasihan 2 tentang data-data strategis perusahaan, dan yang mengujinya adalah bukan orang Muamalat tapi orang luar yang pakar di bidangnya,” ujarnya.

Sistem Hubungan Industrial didesain sesuai dengan aturan sehingga jika ada kru bermasalah, maka manajemen bisa melakukan tindakan-tindakan sesuai hukum. Masalah kebijakan ini diatur oleh Komite Sumber Daya Insani (SDI). Di komite ini, semua kebijakan yang menyangkut manusia “digodok” bersama-sama.

Konsep manajemen yang diterapkan di Bank Muamalat berdasarkan 3 konsep. Pertama, workship yang diimplementasikan melalui ZIKR (Zero base, Iman, Konsisten, Result Oriented) ini mengacu pada keimanan kepada Illahi sehingga tiap upaya dilandaskan pada niat ibadah dan melakukan yang terbaik. ZIKR itu adalah untuk membentuk individu yang unggul. “Di Muamalat, jika kru sudah melakukan kesalahan dan sudah dihukum, dianggap sudah selesai. Memang itu jadi catatan buat kami, tapi kami tidak akan jadikan itu sebagai hal yang menghambat buat dia ke depan.”  Zero base kedua, orang yang beriman, konsisten, dan oriented. Artinya, bekerja karena semata-mata keridhaan Allah. “Dan orang yang seperti ini kalau tidak kami tangani dengan baik, dia tidak akan menjadi orang yang unggul,” paparnya lagi.

Kedua, wealth yang diimplementasikan melalui PIKR (Power, Information, Knowledge & Rewards). Ini adalah prinsip mendapatkan dan berbagi kemakmuran dan kesejahteraan. Dari knowledge tersebut, setiap kru Muamalat harus mendapat sertifikasi “7 Kefasihan”. Ini adalah standar kru Muamalat untuk meningkatkan kompetensinya. Tujuh kefasihan tersebut adalah: perbankan syariah, data strategis Muamalat, mampu berbahasa Inggris, mampu menggunakan komputer, kepastian prosedur, kepastian Muamalat spirit, kepastian kemampuan presentasi dan komunikasi.

Ketiga, warefare, yang implementasikan melalui MIKR (Militan, Intelek, Kompetitif, dan Regeneratif). Ini yang melandasi tekad untuk mempertahankan kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Dari individu unggul, terbentuk tim ungguk, sehingga nanti akan terbentuk komunitas yang unggul. Karena itu, setiap kru harus militan, intelek, dan punya daya saing. Kru juga harus mengetahui kapan dia naik posisinya, kapan dia harus turun. “Boleh dicek, ini tidak ada di negara manapun, hanya kami yang memiliki konsep semacam ini,” tutur Oktava tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Konsep dan prinsip yang diterapkan kepada kru Muamalat ini boleh diacungkan jempol mengingat sejak berdiri hingga kini, tidak pernah terjadi benturan-benturan terhadap aturan ketenagakerjaan antara kru Muamalat dan perusahaan. Menurutnya, ada 3 hal yang ia terapkan kepada kru agar hubungan industrial berjalan dengan baik. Pertama adalah pendidikan ketenagakerjaan yang baik agar kru mengerti ketentuan-ketentuan ketenagakerjaan dan pelaksanaan sistim HI di perusahaan. Kedua, sistem komunikasi internal yang harus terbuka. Ketiga adalah peningkatan kesejahteraan dan produktivitas karyawan, “Hal-hal seperti bonus, insentif harus dipikirkan oleh pelaku-pelaku bisnis dalam dunia usaha,” ujar Oktav mengenai kiat khususnya dalam membina hubungan industrial itu.

Saat ditanya pendapatnya tentang Panitia Penyelesaian Perburuhan Pusat/ Daerah (P4P/D), Oktav menjelaskan bahwa semua persoalan perburuhan yang masuk ke P4P/D harus dilihat dasar hukumnya terlebih dulu. Semuanya diatur dalam UU No. 22/1957 mengenai perselisihan perburuhan. Intinya adalah setiap perselisihan tenaga kerja diselesaikan dengan cara bipartit di perusahaan yang berselisih. Jika ternyata sudah tidak bisa lagi diselesaikan di dalam, barulah dibawa ke P4D. Dan kalaupun ternyata di P4D, masalah ini belum teratasi juga, barulah dibawa ke P4P. Dengan munculnya UU No. 2/2004 mengenai penyelesaian perselisihan hubungan industrial, diharapkan proses perselisihan perburuhan bisa lebih cepat. “Prinsipnya, kalo mau masuk surga, setiap mereka yang terlibat di PPHI atau P4P/D bekerja yang baik dan benar jalankan amanah tersebut dengan keimanan yang kuat, ingat bahwa setiap insan akan diminta pertanggungan jawabnya di hari akhir, sebetulnya hidp ini sederhana kita tinggal memilih mau surga atau neraka,” saya yakin kita pilih surga untuk jalankan aturan it dengan baik dan benar.