8 Hal yang Benar-Benar Diinginkan Karyawan

salary-negotiation_9658531

salary-negotiation_9658531

 

 

Kenaikan gaji tentu sangat diharapkan oleh semua karyawan. Namun tidak semua performance kerja kita didasarkan oleh gaji semata. Bertambahnya uang gaji kita, tidak cukup menjamin bertambah pula kualitas pekerjaan kita. Jadi sebenarnya apa yang betul-betul dibutuhkan karyawan?

Jeff Haden menjabarkan 8 hal yang diidamkan karyawan dari perusahaannya:

1. Kebebasan

Best practices memang dapat menghasilkan keunggulan, namun Best Practices belum tentu bisa diterapkan untuk setiap tugas. Tidak semua hal bisa kita kelola secara mikro. Otonomi dan kebebasan itu nyatanya bisa menghasilkan keterlibatan langsung, kepuasan serta inovasi.

Sebisa mungkin, berilah karyawan Anda kebebasan untuk bekerja dengan cara yang terbaik menurut mereka.

2. Target

Memiliki target adalah menyenangkan. Semua orang mempunyai sifat kompetitif walau sedikit. Target menciptakan perasaan memiliki tujuan dan bahkan dapat menambahkan arti ke tugas yang berulang-ulang.

Tanpa target yang jelas, bekerja hanyalah bekerja. Dan bekerja seperti ini tentunya menyebalkan.

3. Misi

Kita semua tentu senang menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Sama-sama berjuang untuk menjadi yang terbaik atau terbesar, tercepat dan berkualitas tertinggi, akan menimbulkan rasa kepemilikan yang kuat.

Biarkan karyawan mengetahui apa yang ingin Anda capai, untuk bisnis Anda, untuk pelanggan dan bahkan untuk komunitas. Dan sebisa mungkin biarkan karyawan membuat misi mereka  sendiri. Kepedulian itu berawal dari apa yang kita ketahui dan mengapa kita harus peduli.

4. Ekspektasi

Meskipun setiap pekerjaan dijalankan dengan bebas oleh setiap karyawan, tapi mereka juga membutuhkan harapan dari tugas tersebut. Ekspektasi dasar agar apa yang mereka kerjakan sesuai dengan prosedur perusahaan. Lakukan hal yang harus dilakukan, seperti mengkritik karyawan yang terlambat mengirimkan barang misalnya, atau menegur karyawan yang tidak tepat waktu.

Hal itu akan membuat mereka lebih jelas memandang tugas mereka dibanding tidak pernah memberikan harapan apa pun. Dan ingat ketika standar tugas berubah, coba komunikasikan perubahan tersebut terlebih dahulu. Mereka akan memahami situasinya dan mengapa Anda membuat keputusan tersebut.

5. Input

Semua orang ingin memberikan saran dan ide-ide bukan? Karena kita karyawan yang peduli, bukan robot yang hanya bisa diam. Untuk itu biarkan mereka mengeluarkan ide-idenya dan luangkan waktu untuk itu. Namun ketika ide mereka tidak bisa diterapkan, jelaskan dengan efektif. Yang penting Anda selalu bisa menghargai setiap masukan dari karyawan Anda.

6. Connection

Karyawan terkadang tidak hanya bekerja untuk gaji, mereka senang berhubungan dengan orang-orang. Seperti obrolan santai, diskusi tentang keluarga, dan bentuk koneksi lain. Ya, pendekatan individu jauh lebih penting dibandingkan meeting atau pertemuan formal sebenarnya.

7. Konsistensi

Kebanyakan dari kita bisa menerima bos yang kerap menuntut dan mengkritik jikalau Ia memperlakukan semua orang sama. Meskipun Anda tidak bisa memperlakukan semua karyawan 100% sama, namun usahakan untuk bersikap adil terhadap setiap karyawan.

Kunci untuk menjaga konsistensi tersebut adalah dengan komunikasi. Semakin besar karyawan memahami setiap keputusan yang Anda ambil, semakin kecil kemungkinan terjadinya perlakuan tidak adil atau pilih kasih.

8. Masa Depan

Setiap pekerjaan yang kita jalani harus memiliki potensi  mengarah ke sesuatu yang lebih baik, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

Misalnya, saya bekerja di pabrik saat kuliah. Saya tidak memiliki masa depan yang nyata saat itu. Semua orang tahu saya bekerja di situ hanya sambil menunggu kelulusan.

Suatu hari bos saya berkata kepada saya, dia ingin menunjukan kepada saya bagaimana cara menyiapkan papan produksi.

Saya mengangkat alis dan berpikir kenapa musti saya? Dia berkata “Walaupun tidak di sini, suatu hari nanti, kamu akan memegang bagian produksi. Kamu harus mempelajarinya dari sekarang.”

Sediakan waktu untuk mengembangkan ilmu karyawan baik untuk di dalam perusahaan walaupun untuk di luar perusahaan nantinya.

Karyawan akan peduli terhadap bisnis Anda jika Anda peduli terhadap mereka terlebih dahulu.

 

Image courtesy: JobBuzz Blog

Tags: ,