7 Tipe Karyawan Yang Harus Dipecat Segera

Beberapa bulan yang lalu, dua perusahaan teknologi terbaik dunia, Apple dan Microsoft sama-sama melepas senior eksekutif mereka. Kasus pemutusan hubungan kerja yang terjadi dengan hanya berselang satu minggu di dua perusahaan itu mengisahkan cerita yang hampir sama.

Kedua eksekutif senior berbakat tersebut dipecat karena alasan yang hampir sama. Mereka sulit untuk diatur, dan alih-alih berkontribusi positif, mereka justru kerap menjadi sumber masalah. Secara berkepanjangan, mereka bersikap merusak dan memecah-belah.

Berita yang beredar memang tidak bisa hanya ditinjau dari satu sisi saja, akan tetapi, dalam dunia profesional, ada saat dimana seorang atasan tidak punya pilihan lain kecuali memecat bawahannya. Beberapa bad apples atau karyawan yang tidak kompeten akan merugikan perusahaan dalam skala besar. Dan untuk itulah, penting bagi manager untuk mengenali tipe-tipe karyawan yang perlu untuk dikeluarkan dari perusahaan secepatnya.

Dilansir dari Inc.com, berikut adalah tipe-tipe tersebut:

1. Mereka adalah pembuat masalah

Cukup mengherankan ketika sebuah perusahaan mendapatkan masalah dari karyawan, tetapi bersikap masa bodoh dan masih berusaha untuk melakukan yang terbaik. Ketika seorang karyawan lebih sering membuat masalah ketimbang berkontribusi terhadap produktivitas perusahaan, hal tersebut akan membahayakan keseluruhan organisasi. Oleh karenanya, itulah saat yang tepat untuk merumahkan si karyawan.

2. Overpromise and Underdeliver

Terdapat beberapa tipe orang yang senang meningkatkan citra diri dengan membuat orang berpikir bahwa ia bisa melakukan banyak hal. Implikasinya adalah, ia memberikan banyak janji yang sebetulnya tidak bisa ditepati. Lebih buruk lagi apabila janji tersebut justru dibarengi dengan performa buruk. Masalah-masalah demikian tidak dapat diselesaikan dengan cara lain kecuali dengan memberhentikan orang tersebut.

3. Bersikap buruk terhadap konsumen

Tak peduli apakah kita bekerja pada sebuah perusahaan kecil atau bahkan perusahaan sekelas Fortune top 500, konsumen adalah satu hal yang sulit diperoleh. Tidak sesulit mendapatkannya, konsumen dapat beralih ke produsen lain dengan sangat mudah. Apapun pembenarannya, kita tidak membutuhkan karyawan yang tidak bisa berbuat baik kepada konsumen sehingga tidak mampu mempertahankannya.

4. Mereka tidak bisa atau tidak mau mengerjakan tugas

Kita merekrut dan membayar karyawan, memberikan pelatihan, intinya adalah agar mereka menyumbangkan keterampilannya. Jika karyawan tidak mampu melakukan hal tersebut, mengeluarkannya dari perusahaan bisa menjadi solusi terbaik.

5. Tidak bisa diandalkan

Seorang karyawan mungkin memiliki kapabilitas untuk menjalankan sebuah pekerjaan. Akan tetapi, adakalanya, kita tidak melihat kehadirannya ketika kita benar-benar membutuhkannya. Karyawan seperti itu tidak dapat kita andalkan. Memecatnya bisa menjadi alternatif jalan keluar yang baik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan

6. Hiper sensitive dan mudah memperkarakan kesalahan orang

Dari berbagai tipe orang yang menjadi karyawan kita, ada beberapa yang kadang memiliki sensitivitas berlebihan dan terlalu mengurusi masalah orang lain. Karyawan seperti itu, setengah pikirannya ada di pekerjaannya dan setengahnya lagi ia konsentrasikan untuk mencari-cari kesalahan orang lain. Jadi, sebelum masalah timbul karena ulahnya, maka akan lebih baik jika karyawan tersebut diberhentikan.

7. Mereka mengabaikan peraturan yang berlaku

Apapun peraturan dan budaya yang berlaku di perusahaan, kita harus memperlakukan karyawan secara adil. Tidak peduli apakah itu di deretan managerial, ataupun level staff non managerial, apabila ia melakukan kebohongan untuk suatu hal yang mayor, maka mereka memiliki hak yang sama untuk dikeluarkan dari perusahaan.